Pembubaran sosialisasi kesehatan gratis

Kasus Banyuwangi, Anggota DPR Diperiksa

Kompas.com - 26/07/2010, 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Bareskrim Mabes Polri kembali memeriksa anggota Komisi IX DPR terkait pembubaran acara sosialisasi kesehatan gratis di Banyuwangi, Jawa Timur. Hari ini, Senin (26/7/2010), penyidik memeriksa anggota dari fraksi PDI-P, Nursuhud.

"Ditanya seputar siapa penyelenggaranya, bagaimana perencana acara, siapa yang memberi insiatif penyelenggara," ucap Nursuhud di Mabes Polri, Senin malam.

Sebelumnya, penyidik telah meminta keterangan Ketua Komisi IX DPR Ribka Rjibtaning dan anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka. Nursuhud, Rieke, dan Ribka mengaku sedang melakukan sosialisasi RUU Pengaturan Badan Jaminan Sosial, permasalahan tenaga kerja indonesia, dan rencana rumah sakit tanpa kelas di Banyuwangi.

Sama seperti Ribka dan Rieke, Nursuhud membantah pernyataan Polri yang mengatakan bahwa acara dibubarkan oleh panitia. Menurut dia, acara dibubarkan oleh organisasi masyarakat di antaranya diketahui dari Front Pembela Islam. "Cara-cara mereka saat membubarkan sangat kasar. Mereka ucap kata-kata kasar. Saya dihadang supaya tidak keluar," ungkap dia.

Nursuhud juga berpendapat bahwa jajaran Polres Banyuwangi tahu mengenai rencana pembubaran itu. "Sangat tidak rasional jika petugas tidak tahu pembubaran itu," lontar dia.

Seperti diberitakan, Polri telah mengirim tim ke Banyuwangi untuk usut kasus itu. Polri mengklaim, hasil penyelidikan dari keterangan saksi-saksi belum ditemukan pelanggaran dalam kasus itu. Menurut Polri, setelah acara dibubarkan panitia, Ribka dan Rieke lalu berpapasan dengan ormas dan terjadilan perdebatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau