Jakarta ruwet

Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan

Kompas.com - 29/07/2010, 10:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta, dengan segala keruwetannya, dinilai sudah tak mampu lagi menyandang status sebagai ibu kota Indonesia. Dalam jangka waktu panjang, pemerintah didorong memindahkan ibu kota ke daerah baru yang lebih baik.

Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pranowo mengatakan, ibu kota pemerintahan sebaiknya dipindahkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sesuai dengan yang direncanakan mantan Presiden Soekarno.

"Palangkaraya tempat yang baik. Tata ruangnya bagus, daerahnya flat, tidak ada gempa. Pemindahan ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi daerah," kata Ganjar ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (28/7/2010) kemarin.

Peta terbaru mengenai Zonasi Gempa yang diluncurkan Kementerian Pekerjaan Umum baru-baru ini memang menunjukkan bahwa Kalimantan adalah wilayah yang relatif aman dari bencana gempa bumi dibandingkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Hal senada disampaikan tokoh muda Partai Golkar, Ferry Mursyidan Baldan. "Bisa dipertimbangkan kalau mau mengambil lokasi di Kalimantan. Saya kira masih cukup ada lahan di sana. Jika disiapkan, ini bisa menjawab banyak (persoalan)," katanya.

Ferry menegaskan, pemindahan ibu kota pemerintahan harus direncanakan secara matang dan merupakan program jangka panjang. Namun, ditegaskan Ferry, pemindahan ibu kota bukan satu-satunya solusi memeratakan penduduk dan pembangunan.

Usulan pemindahan ibu kota ke Kalimantan juga disuarakan Andrinof Chaniago dari Tim Visi Indonesia 2033. Kalimantan, yang berdekatan dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura, dinilai Andrinof strategis karena tidak terlalu ke barat ataupun timur.

Sementara itu, pemerhati lingkungan hidup, A Sonny Keraf, yang juga dosen Universitas Atma Jaya Jakarta, ibu kota pemerintahan sebaiknya berlokasi di Indonesia bagian timur. "Dari segi politik, pemindahan ibu kota ke luar Jawa dan Indonesia bagian timur akan serta-merta menggeser episentrum pembangunan nasional dari Jawa dan Indonesia bagian barat," kata Sonny dalam tulisannya "Pindahkan Ibu Kota" pada Harian Kompas edisi Rabu kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau