JAKARTA, KOMPAS.com- Menanggpi pernyataan Komisi II DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dirinya dan rombongan tidak membebani anggaran daerah selama dirinya melakukan kunjungan ke daerah.
"Kunjungan Presiden ke daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah, (tapi) anggaran sendiri," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka sidang kabinet paripurna, Kamis (129/7/2010) di Kantor Presiden, Jakarta.
Terkait kunjungannya ke luar negeri, Presiden mengaku telah berusaha berhemat. Jumlah romobongan sejak tahun 2005 dipangkas 15 persen. "Kemudian anggaran-anggaran yang dulunya menggunakan anggaran negara padahal pribadi, saya hentikan. Tidak boleh ada anggaran negara untuk pemakaian pribadi karena jumlahnya bisa sangat besar," kata Presiden.
Presiden mengaku, baru-baru ini dirinya menerima laporan dari para duta besar Indonesia di luar negeri soal banyaknya kunjungan kepala daerah dan pejabat negara yang menggunakan anggaran kedutaan besar. Presiden mengatakan hal ini sesuatu yang tidak pas.
"Kita ke luar negeri jangan sekali-kali meminta anggaran duta besar. Duta besar memiliki anggaran untuk kegiatan yang sudah direncanakan" katanya.
Presiden meminta semua pihak sungguh-sungguh menjalankan prinsip administrasi dan akuntabilitas keuangan sebaik-baiknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang