Banjir Hebat Landa Pakistan

Kompas.com - 31/07/2010, 03:17 WIB

Peshawar, Jumat - Hujan lebat yang sudah berlangsung tiga hari di Pakistan menelan korban sedikitnya 313 orang hingga Jumat (30/7). Ribuan hektar lahan pertanian rusak, ribuan rumah hancur dan tenggelam, dan ratusan ribu warga pun harus mengungsi untuk keluar dari wilayah banjir.

Demikian disampaikan sejumlah pejabat pemerintah dan petugas bantuan di Pakistan.

Hingga kemarin hujan lebat masih terus turun, tetapi ramalan cuaca menyebutkan bahwa curah hujan akan berkurang di sejumlah wilayah.

Besarnya jumlah korban itu menegaskan miskinnya infrastruktur di Pakistan sehingga para pekerja bantuan pun kesulitan untuk mencapai orang-orang yang terkepung di sejumlah desa yang terendam banjir.

Wilayah barat laut Pakistan, yaitu Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dengan ibu kota Peshawar, menjadi wilayah bencana terparah dan mengalami banjir terburuk di Pakistan sejak 1929. Hujan deras membuat sejumlah sungai meluap sehingga menenggelamkan beberapa desa dan memicu tanah longsor.

Jalan raya utama yang menghubungkan Peshawar dengan ibu kota Islamabad ditutup setelah terjangan air menyapu beberapa jembatan sehingga memutuskan juga lalu lintas ke beberapa tempat lainnya. Jalan Raya Karakoram yang menghubungkan Pakistan ke China juga ditutup karena tersapunya jembatan di Distrik Shangla sehingga memutuskan hubungan Giglgit-Baltistan dari wilayah-wilayah lain di Pakistan.

Menurut sejumlah pejabat di Khyber Pakhtunkhwa, jumlah korban jiwa dalam tiga hari terakhir sudah mencapai 141 orang. Menteri Informasi provinsi itu Mian Iftikhar Hussain memperkirakan 400.000 orang terjebak di sejumlah desa di provinsi itu. ”Operasi pertolongan dengan menggunakan helikopter tidak bisa dilakukan karena buruknya cuaca, sementara hanya ada 48 perahu karet yang tersedia untuk pertolongan,” jelasnya.

Mujahid Khan dari Yayasan Edhi, sebuah badan swasta pemberi bantuan yang mengoperasikan ambulan-ambulan dan pemakaman di seluruh wilayah Pakisan, menyebutkan, sedikitnya 291 orang tewas di sejumlah tempat di provinsi barat laut itu dalam tiga hari terakhir.

Hujan terbesar

BBC melaporkan, menurut beberapa petugas cuaca, Peshawar menerima hujan lebat dengan intensitas sekitar 302 mm dalam tiga hari terakhir, hujan terbesar di kota itu dalam beberapa dekade terakhir. Sementara provinsi-provinsi lain menerima antara 250 mm dan 300 mm pada periode yang sama.

Ketua Menteri Wilayah Kashmir Pakistan Sardar Attique Khan menyebutkan, sedikitnya 22 orang tewas di wilayah itu, Kamis malam.

Di wilayah Lembah Swat, para warga dipaksa menyeberangi air setinggi lutut di sejumlah jalan. Sementara di Distrik Charsadda, sebuah bendungan yang baru dibangun jebol, mengakibatkan sekitar 5.000 rumah tenggelam.

Provinsi Baluchistan di barat daya Pakistan juga mendapat hujan sangat deras. Di wilayah ini, pekan lalu, banjir bandang menewaskan sedikitnya 41 orang dan menyapu ribuan rumah. PBB menyatakan, sedikitnya 150.000 orang terkena dampak bencana alam itu. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau