Demikian disampaikan sejumlah pejabat pemerintah dan petugas bantuan di Pakistan.
Hingga kemarin hujan lebat masih terus turun, tetapi ramalan cuaca menyebutkan bahwa curah hujan akan berkurang di sejumlah wilayah.
Besarnya jumlah korban itu menegaskan miskinnya infrastruktur di Pakistan sehingga para pekerja bantuan pun kesulitan untuk mencapai orang-orang yang terkepung di sejumlah desa yang terendam banjir.
Wilayah barat laut Pakistan, yaitu Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dengan ibu kota Peshawar, menjadi wilayah bencana terparah dan mengalami banjir terburuk di Pakistan sejak 1929. Hujan deras membuat sejumlah sungai meluap sehingga menenggelamkan beberapa desa dan memicu tanah longsor.
Jalan raya utama yang menghubungkan Peshawar dengan ibu kota Islamabad ditutup setelah terjangan air menyapu beberapa jembatan sehingga memutuskan juga lalu lintas ke beberapa tempat lainnya. Jalan Raya Karakoram yang menghubungkan Pakistan ke China juga ditutup karena tersapunya jembatan di Distrik Shangla sehingga memutuskan hubungan Giglgit-Baltistan dari wilayah-wilayah lain di Pakistan.
Menurut sejumlah pejabat di Khyber Pakhtunkhwa, jumlah korban jiwa dalam tiga hari terakhir sudah mencapai 141 orang. Menteri Informasi provinsi itu Mian Iftikhar Hussain memperkirakan 400.000 orang terjebak di sejumlah desa di provinsi itu. ”Operasi pertolongan dengan menggunakan helikopter tidak bisa dilakukan karena buruknya cuaca, sementara hanya ada 48 perahu karet yang tersedia untuk pertolongan,” jelasnya.
Mujahid Khan dari Yayasan Edhi, sebuah badan swasta pemberi bantuan yang mengoperasikan ambulan-ambulan dan pemakaman di seluruh wilayah Pakisan, menyebutkan, sedikitnya 291 orang tewas di sejumlah tempat di provinsi barat laut itu dalam tiga hari terakhir.
BBC melaporkan, menurut beberapa petugas cuaca, Peshawar menerima hujan lebat dengan intensitas sekitar 302 mm dalam tiga hari terakhir, hujan terbesar di kota itu dalam beberapa dekade terakhir. Sementara provinsi-provinsi lain menerima antara 250 mm dan 300 mm pada periode yang sama.
Ketua Menteri Wilayah Kashmir Pakistan Sardar Attique Khan menyebutkan, sedikitnya 22 orang tewas di wilayah itu, Kamis malam.
Di wilayah Lembah Swat, para warga dipaksa menyeberangi air setinggi lutut di sejumlah jalan. Sementara di Distrik Charsadda, sebuah bendungan yang baru dibangun jebol, mengakibatkan sekitar 5.000 rumah tenggelam.
Provinsi Baluchistan di barat daya Pakistan juga mendapat hujan sangat deras. Di wilayah ini, pekan lalu, banjir bandang menewaskan sedikitnya 41 orang dan menyapu ribuan rumah. PBB menyatakan, sedikitnya 150.000 orang terkena dampak bencana alam itu.