BUDAPEST, Kompas.com - Mark Webber memenangi GP Hungaria, Minggu (1/8/10). Pebalap Red Bull Racing ini mengungguli pebalap Ferrari, Fernando Alonso, dan rekan setimnya, Sebastian Vettel, yang berturut-turut finis di belakangnya.
Dengan kemenangan ini, Webber mengambilalih posisi teratas klasemen sementara Formula 1 2010 dengan koleksi 161 poin. Dia menggeser posisi Lewis Hamilton yang tetap dengan raihan 157 poin, karena tidak bisa menyelesaikan lomba di Sirkuit Hungaroring ini akibat mengalami persoalan teknis pada mobilnya.
Seandainya Vettel, yang merupakan peraih pole, tidak melakukan kesalahan saat safety car masuk, mungkin dia yang akan menjadi pemenang. Sayang, pebalap Jerman tersebut membuat kesalahan karena membuat gap hingga 10 mobil, sehingga dia mendapat penalti, yang membuat posisinya digeser oleh Webber dan Alonso.
Kesuksesan Webber ini pun tak lepas dari strategi pitstop dan kecepatan Red Bull. Karena, ketika Webber mengambilalih pimpinan lomba saat Vettel dan Alonso masuk pitstop, dia terus menggeber mobilnya sampai unggul jauh atas rival-rivalnya, sehingga saat melakukan pit posisitnya tetap aman.
Jalannya lomba
Alonso, yang mengawali lomba dari posisi tiga, melakukan start yang bagus. Saat lampu merah padam, dia langsung menyodok satu strip, menggeser posisi Mark Webber di urutan dua. Bahkan, pebalap Ferrari ini nyaris mendahului Vettel. Tapi saat tikungan pertama ke kanan, Vettel mengambil jalur dalam sehingga Alonso gagal melewatinya.
Start bagus juga dilakukan Vitaly Petrov, yang langsung melejit ke posisi lima (dari urutan tujuh). Pebalap Renault ini melewati dua pebalap sekaligus, Nico Rosberg (Mercedes GP) di urutan enam dan Lewis Hamilton (McLaren) di urutan lima. Tapi posisinya hanya bertahan satu lap, karena Hamilton bisa menggesernya lagi di urutan lima dan Petrov pun berada di urutan enam.
Setelah itu, komposisi pebalap mulai stabil. Vettel semakin melebarkan jarak dengan Alonso dan mulai nyaman di posisi terdepan. Apalagi, pebalap Jerman tersebut membuat waktu tercepat di lap 7, yang membuatnya unggul lebih dari 5 detik.
Sementara itu, Webber dan Massa menguntit di belakang. Pertarungan Red Bull dan Ferrari di barisan depan ini ikut diramaikan oleh Hamilton yang ada di urutan lima, Petrov, Rosberg, Robert Kubica (Renault). Sedangkan Michael Schumacher, yang berada di posisi 13, memberikan laporan lewat radio bahwa rem mobilnya mengalami sedikit kendala. Dia dikuntit pebalap Mclaren Jenson Button dan Kamui Kobayashi (Sauber), yang bertarung di belakangnya.
Kecepatan Red Bull di Hungaria ini benar-benar menakjubkan. Bagaimana tidak, baru lap 13 saja Vettel sudah memimpin 10,5 detik atas Alonso. Satu lap berselang, Vettel sudah mendekati Sakon Yamamoto dan meng-overlap pebalap HRT-Cosworth tersebut, yang start dari urutan 24 alias juru kunci.
Pada lap 16, Vettel masuk pitstop, begitu pula dengan Massa dan Hamilton. Di sini McLaren mengambil keuntungan karena ternyata mereka bergerak lebih cepat untuk "melepas" Hamilton, yang berada di depan Massa ketika keluar dari pit. Sedangkan di lintasan, Webber, yang belum masuk pit, mengambilalih pimpinan lomba, diikuti Vettel dan Alonso.
Memasuki lap 24, tekanan kepada Red Bull dan Ferrari sedikit berkurang karena mobil Hamilton mengalami kendala teknis. Akibatnya, Hamilton tak bisa melanjutkan lomba. Dan, Massa kembali menempati posisi empat, sedangkan Kobayashi menguak harapan untuk meraih satu poin karena berada di urutan 10, diikuti Schumacher, Sebastian Buemi (Toro Rosso), Vitantonio Liuzzi (Force India) dan Heikki Kovalainen (Lotus).
Satu lap berselang, ada sedikit kabar bagus bagi Alonso karena Vettel sedang diinvestigasi dan terancam penalti karena membuat jarak yang terlalu jauh (gap 10 mobil) saat safety car masuk lintasan. Untuk mengantisipasi kemungkinan itu (penalti), Vettel diminta untuk menggeber mobilnya sekencang mungkin. Sementara itu, Alonso pun mendapat pesan untuk siap-siap memanfaatkan keuntungan.
Lap 29, Vettel masuk pit untuk menjalani penalti. Sedangkan Webber, terus memacu mobilnya agar terus menjauh dari Alonso, sehingga bisa masuk pit dengan perasaan "nyaman". Pada lap 32, Webber sudah memimpin 13 detik dari Alonso, dan Vettel harus di urutan tiga setelah menjalani penalti. Tetapi, dia masih berada di depan Massa.
Lap 34, Webber semakin jauh dan unggul 16,1 detik. Ini memungkinkan pebalap Australia tersebut untuk masuk pit dan berpeluang tetap memimpin jalannya lomba saat keluar dari pitlane. Dua lap berselang, Webber memperlebar jaraknya dengan Alonso menjadi 17,5 detik. Meskipun demikian, Webber belum mau merasa aman sehingga dia memberikan laporan lewat radio bahwa dirinya akan melakukan pitstop pertama jika sudah unggul 20,6 detik.
Kecepatan Red Bull memang sangat luar biasa. Ketika Webber terus menjauh, Vettel justru mulai mengancam Alonso, karena pada lap 41, dia sudah berada persis di belakang pebalap "Kuda Jingkrak" tersebut.
Pada lap 44, Webber akhirnya masuk pitstop dan menggunakan ban keras. Berada sekitar 15 detik di pit, Webber pun tetap berada di depan Alonso dan Vettel dengan selisih 5 detik ketika keluar dari pitlane. Bayang-bayang kemenangan di GP Hungaria mulai berada di pelupuk mata Webber, apalagi dengan ban baru dia bisa menggeber mobilnya lebih kencang lagi, sehingga pada lap 26, jaraknya dengan Alonso menjadi 8,2 detik. Sedangkan Massa, semakin jauh tertinggal saja, meskipun pebalap Brasil ini sudah nyaman di posisi empat.
Posisi Webber sebagai pimpinan lomba tampaknya tak tergoyahkan lagi. Hanya kesialan yang bisa menjegal pebalap Red Bull ini untuk meraih kemenangan, karena pada lap 53, dia semakin jauh dan terpaut 17,5 detik dari Alonso. Dan, Alonso pun sempat bisa "bernafas lega" setelah Vettel terlalu melebar saat memasuki Tikungan 4. Tekanan kepada dirinya agak berkurang.
Jika di depan Webber sudah aman dari gangguan para rival karena memimpin dengan selisih 23 menit saat masuk lap 64, di bagian belakang terjadi persaingan sengit untuk memperebutkan 1 poin terakhir atau posisi 10. Shcumacher, yang menghuni tempat peraih poin terakhir ini, mendapat tekanan dari pebalap Williams, Rubens Barrichello. Usaha Barrichello menuai hasil di lap 66, karena pada tikungan terakhir dia berhasil menyalib mantan rekan setimnya ketika mereka masih sama-sama memperkuat Ferrari.
Di lap terakhir, tak ada kejutan lagi. Webber yang pertama menyentuh garis finis, diikuti Alonso dan Vettel. Sementara itu, Barrichello menjadi pebalap yang meraih poin terakhir alias berada di urutan 10.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang