Hawa panas

Patriark Pun Minta Hujan

Kompas.com - 02/08/2010, 10:48 WIB

KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Ortodoks Moskwa dan Rusia Patriark Kirill meminta kepada seluruh rakyat Rusia untuk berdoa meminta hujan. Sebagaimana catatan Itar Tass dan Reuters pada Senin (2/8/2010), Rusia tengah dilanda hawa panas hingga di kisaran 40 derajat Celcius. Hawa seperti itu adalah yang terpanas sepanjang 130 tahun rekaman lembaga cuaca Rusia yang memiliki dampak luas, khususnya di bidang pertanian.

"Kita semua sedang mengalami bencana. Banyak dari kita semua kehilangan tempat tinggal. Anak-anak pun menjadi korban," begitu pesan Kirill.

Hawa panas yang melanda sebagian besar wilayah Rusia di Benua Eropa sedikitnya telah membunuh 28 orang. Tercatat pula ada 774 kebakaran besar. Dari jumlah itu, sampai dengan Sabtu, 369 kebakaran masih belum dapat dipadamkan. Lalu, ada juga 5.200 orang yang dievakuasi dari kebakaran.

"Saya minta semua rakyat Rusia bersatu, berdoa kepada Yang Mahakuasa untuk menurunkan hujan," seru Kirill.

Sementara itu, 24.000 orang Rusia tengah berjuang memadamkan api, termasuk para pasukan elite angkatan bersenjata. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin sudah menyatakan pemerintahannya menyiapkan dana 5 miliar rubel atau setara dengan 165 juta dollar AS untuk membantu para korban kebakaran lantaran hawa panas tadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau