Kasua gayus

Susno Batal Terima Rp 3,5 Miliar

Kompas.com - 02/08/2010, 16:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa Penuntut Umum, Sila Pulungan, mengatakan, Komjen Susno Duadji tidak menerima aliran dana senilai Rp 3,5 miliar setelah pembukaan pemblokiran rekening Gayus Halomoan Tambunan senilai Rp 28 miliar. Rencana penyerahan uang ke Susno batal dilakukan lantaran Polri mencopot Susno dari jabatan Kabareskrim Polri.

Hal itu dikatakan Sila saat membacakan dakwaan Sjahril di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (2/8/2010). Majelis hakim diketuai Sudarwin. Adapun Sjahril didampingi tim penasihat hukum yang dipimpin Hotma Sitompul.

JPU menjelaskan, Haposan Hutagalung awalnya meminta tolong Sjahril menyampaikan ke Susno agar kliennya, Gayus, tak ditahan terkait kasus korupsi dan pencucian uang. Selain itu, Haposan meminta agar pemblokiran rekening Gayus di dua bank dibuka. Menurut JPU, Sjahril bersedia membantu.

Menurut JPU, Sjahril membicarakan kasus Gayus dengan Susno di ruang kerja Susno di Bareskrim. Kepada Sjahril, Susno bersedia membantu dengan mengatakan, "Siap, Bang. Yang menangani masalah ini adalah orang saya, namanya M Arafat." Setelah bertemu Susno, Sjahril meminta Haposan menyiapkan uang Rp 3,5 miliar untuk Susno. Haposan menyanggupi.

"Rencana pemberian uang ke Susno Duadji terkait pembukaan pemblokiran uang terkait penanganan perkara Gayus tidak terlaksana karena Susno Duadji selaku Kabareskrim digantikan oleh pejabat lain (Komjen Ito Sumardi)," ucap Sila.

Seperti diberitakan, pemblokiran itu dibuka atas perintah Brigjen (Pol) Raja Erizman yang saat itu menjabat Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 26 November 2009. Saat itu merupakan masa transisi pergantian posisi Kabareskrim. Ito resmi menjabat Kabareskrim setelah serah terima jabatan pada 30 November 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau