Buntut pernyataan pm cameron

Hubungan Pakistan-Inggris Memanas

Kompas.com - 02/08/2010, 17:54 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan memanggil duta besar Inggris untuk Islamabad, mengancam peningkatan konflik diplomatik menyangkut pernyataan yang diucapkan perdana menteri Inggris mengenai ekspor teror.

Hubungan London dan Islamabad memanas pekan lalu ketika David Cameron mengatakan Pakistan tidak dapat diizinkan melakukan dua jalan, ekspor teror sementara secara terbuka berusaha mencari stabilitas di kawasan itu.

Pernyataan yang diucapkan di India ini membuat berang Pakistan. Tekanan domestik meningkat terhadap Presiden Asif Ali Zardari untuk membatalkan perundigan dengan Cameron di negaranya pekan ini.

"Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi memanggil utusan penting Inggris Adam Thomson untuk berunding," kata para pejabat.

"Duta besar Inggris itu dipanggil ke kementerisn luar negeri hari ini. Ia sedang berunding dengan menteri luar negeri," kata seorang pejabat kementerian luar negeri kepada AFP.

Kedutan besar Inggris mengkonfirmasikan pertemuan itu. "Ada satu pertemuan atas permintaan menteri luar negeri untuk membicarakan tentang pernyataan-pernyataan perdana menteri itu," kata seorang juru bicara.

Di Bangalore, Rabu Cameron mengatakan: "Kami tidak dapat mentoleransi gagasan bahwa negara ini (Pakistan) diizinkan untuk melakukan ekspor teror."

Ia mengemukakan itu setelah bocornya lebih dari 90.000 dokumen rahasia AS, yang merinci hubungan dinas intelijen Pakistan dan Taliban di Afghanistan, yang menjadi sumber kekhawatiran Barat.

Ketika ditanya radio BBC Inggris apakah pertikaian itu akan mereda saat Zardari mengunjungi Inggris?

"Sangat diharapkan Zardari akan berunding dengan Cameron secara langsung mengenai masalah itu," kata Qamar Zaman Kaira, Menteri Informasi Pakistan.

"Pakistan sebagai sebuah negara merasa tersigung sehubungan dengan pernyataan-pernyataan Cameron itu," katanya.

Surat kabar berbahasa Inggris The Nation menyerukan Zardari membatalkan kunjungannya ke Inggris.

"Kata-kata saja tidak akan cukup karena Inggris telah bergerak terlalu jauh dan paling tidak beberapa tindakan simbolis perlu dilakukan," lapornya.

Zardari menurut rencana akan melakukan pertemuan dengan Cameron di Chequers, tempat peristrahatan perdana menteri itu, Jumat dalam kunjungan tiga harinya ke Inggris.

Badan Intelijen Pakistan ISI membatalkan kunjungan ke Inggris untuk membicarakan kerjasama kontra terorisme dengan dinas keamanan Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau