Kepala dishub dki

Bikin Macet, 'U-turn' Bakal Ditertibkan

Kompas.com - 05/08/2010, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai upaya terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota. Setelah menerapkan kebijakan sterilisasi busway, kini Pemprov DKI bakal menertibkan sejumlah putaran balik (u-turn) yang dinilai tidak efektif bahkan menjadi biang kemacetan.

U-turn yang dianggap tidak perlu dan menimbulkan kemacetan akan kami tertibkan,” ujar Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Rabu (4/8/2010).

Saat ini, kata Udar Pristono, jumlah putaran balik memang sangat banyak. Dari sekian jumlah yang ada, terdapat putaran balik yang diperlukan, tapi terdapat pula yang tidak diperlukan. “Justru yang memicu kemacetan akan kami tertibkan,” ujar Udar.

Keberadaan putaran balik masih tetap diperlukan, tapi hal itu akan diseleksi mulai dari sekarang karena ada pula u-turn yang efektif dan dapat meminimalkan kemacetan yang terjadi. Di satu ruas jalan yang diukur sejak lampu lalu lintas hingga bertemu lampu lalu lintas berikutnya, idealnya terdapat dua u-turn.

Hingga saat ini, kata Udar, putaran balik yang dianggap tidak efektif secara perlahan sudah ada mulai ditertibkan. Salah satunya, putaran balik di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Penertiban dilakukan karena putaran balik itu dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Makanya kami tutup. Selektivitas putaran balik akan terus dilakukan hingga semua bisa menjadi lebih efektif," tandasnya.

Dari data yang dimiliki Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya tercatat, hingga saat ini sedikitnya terdapat 51 putaran balik yang diketahui menimbulkan kemacetan cukup parah. Dari semua putaran balik itu, belum ada satu pun yang ditertibkan.

Karena itu, pihak kepolisian Polda Metro Jaya akan melaporkan semua lokasi itu ke Pemprov DKI dan diharapkan bisa segera ditindaklanjuti.

“Akan kami laporkan agar segera ditindaklanjuti Pemprov DKI,” kata Boy Rafli Amar, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau