Pilwali surabaya

Risma-Bambang Resmi Unggul

Kompas.com - 05/08/2010, 18:21 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com- Hasil rekapitulasi penghitungan ulang pemilihan Wali Kota Surabaya, Kamis (5/8/2010), akhirnya menunjukkan bahwa Tri Rismaharini-Bambang DH unggul. Namun, penetapan pemenang masih harus menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang memerintahkan pemungutan dan penghitungan suara ulang.

Dalam rekapitulasi tercatat 933.542 dari 2,14 juta pemilih menggunakan hak suara. Dari pemilih yang menggunakan haknya, hanya 900.470 suara yang sah dapat dihitung. Risma-Bambang mendapatkan 367.472 suara sah atau 40,8 persen. Pesaing terdekatnya, Arif Afandi-Adies Kadir mendapatkan 329.082 suara atau 36,5 persen.

Tiga pasangan lain mendapat suara jauh di bawah mereka. BF Sutadi-Mazlan Mansyur mendapat 52.718 suara, Fandi Utomo-Yulius Bustami mendapatkan 110.736, dan Fitradjaja-Naen Soeryono mendapatkan 45.462 suara sah.

Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito mengatakan, hasil rekapitulasi akan dilaporkan ke MK. Selanjutnya MK akan menetapkan apakah penghitungan suara sudah benar atau tidak. Jika MK menetapkan sudah benar, maka KPU akan membuat surat tentang penetapan calon terpilih berdasarkan keputusan MK.

Untuk diketahui, Bambang DH adalah Wali Kota Surabaya dalam dua periode terakhir. Ia kini mencalonkan sebagai Wakil Wali Kota.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau