JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, hasil penyelidikan terhadap anggota teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror diketahui bahwa kelompok teroris akan melakukan penyerangan bom di sejumlah tempat.
Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin (9/8/2010), mengatakan, mereka akan menyerang Gedung Mabes Polri di Jakarta Selatan, Gedung Markas Brimob Polda Jawa Barat di Bandung, beberapa hotel internasional, dan beberapa kantor kedutaan besar. Namun, Edward belum bersedia mengungkap hotel apa serta kedutaan besar negara mana yang menjadi target serangan.
Seperti diberitakan, Polri pernah mengungkap bahwa kelompok teroris yang berlatih di pegunungan di Aceh Besar akan beraksi saat perayaan HUT Bhayangkara Polri ke-64 pada 1 Juli 2010 lalu, perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2010, serta kantor kedutaan besar negara Denmark di Jakarta. Tim Densus 88 menemukan rangkaian elektronik siap pakai untuk membuat bom.
Kelompok teroris, kata Edward, telah membuat laboratorium di daerah Cibiru, Bandung, Jawa Barat, yang digunakan sebagai tempat untuk merakit bom. Mereka dibantu Kurnia Widodo alias Ujang, sarjana teknik kimia dari salah satu perguruan tinggi. Ujang ditangkap ditangkap di Padalarang, Jawa Barat. "Mereka telah dua kali uji coba ledakan di pegunungan di Sumedang. Hasilnya, sangat dahsyat," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang