Penangkapan teroris

Teroris Akan Serang Mabes dan Polda

Kompas.com - 09/08/2010, 16:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, hasil penyelidikan terhadap anggota teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror diketahui bahwa kelompok teroris akan melakukan penyerangan bom di sejumlah tempat.

Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin (9/8/2010), mengatakan, mereka akan menyerang Gedung Mabes Polri di Jakarta Selatan, Gedung Markas Brimob Polda Jawa Barat di Bandung, beberapa hotel internasional, dan beberapa kantor kedutaan besar. Namun, Edward belum bersedia mengungkap hotel apa serta kedutaan besar negara mana yang menjadi target serangan.

Seperti diberitakan, Polri pernah mengungkap bahwa kelompok teroris yang berlatih di pegunungan di Aceh Besar akan beraksi saat perayaan HUT Bhayangkara Polri ke-64 pada 1 Juli 2010 lalu, perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2010, serta kantor kedutaan besar negara Denmark di Jakarta. Tim Densus 88 menemukan rangkaian elektronik siap pakai untuk membuat bom.

Kelompok teroris, kata Edward, telah membuat laboratorium di daerah Cibiru, Bandung, Jawa Barat, yang digunakan sebagai tempat untuk merakit bom. Mereka dibantu Kurnia Widodo alias Ujang, sarjana teknik kimia dari salah satu perguruan tinggi. Ujang ditangkap ditangkap di Padalarang, Jawa Barat. "Mereka telah dua kali uji coba ledakan di pegunungan di Sumedang. Hasilnya, sangat dahsyat," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau