Masalah sosial

Satpol PP Kantongi "EO" Pengemis

Kompas.com - 11/08/2010, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Satuan Polisi Pamong Praja sudah mengantongi tokoh-tokoh "EO" alias penggerak merajalelanya pengemis di DKI Jakarta, terutama memasuki bulan Ramadhan. Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Effendi Anas, Rabu (11/8/2010) di kantornya, Kompleks Balaikota DKI Jakarta.

Ribuan pengemis yang biasanya membanjiri Jakarta pada bulan Ramadhan, dikatakannya, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk mendatangkan mereka secara musiman, ada pihak yang mengerahkan. "Ada semacam EO atau tokoh yang mengkoordinir mereka ke Jakarta, mendatangkan, dan memulangkan ke tempat-tempat tertentu. Maka, sering kali mendekati Ramadhan dan Idul Fitri jumlah pengemis banyak jumlahnya," ujar Effendi.

Orang-orang kunci yang menjadi penggerak biasanya warga Jakarta yang bekerja sama dengan oknum-oknum di daerah asal para pengemis. Berdasarkan pemetaan Satpol PP, titik pengerahan menyebar di wilayah kotamadya DKI Jakarta. Titik-titik "basah" di antaranya wilayah Kebayoran Baru, kawasan Thamrin-Sudirman, Cempaka Putih, Senen, Tomang, dan Pluit.

Di wilayah-wilayah ini, para pengemis bisa mendapatkan income mencapai ratusan ribu per harinya. "Kalau Ramadhan begini, hampir 10 meter jaraknya ada pengemis," ujar dia.

Namun, pada awal Ramadhan tahun ini, jumlah para pengemis dinilai tak sebanyak tahun lalu. "Di beberapa titik, kami pantau relatif kosong," kata Effendi.

Untuk menertibkan para pengemis musiman ini, pihaknya melakukan kombinasi pendekatan, yaitu represif dan persuasif. Para pengelola pengemis diberikan pemahaman mengenai larangan-larangan mengerahkan sesuai ketentuan peraturan daerah.

Dalam penertiban ini, Satpol PP juga bekerja sama dengan Dinas Sosial. "Paling tidak, kami meminta mereka dan memberikan pemahaman agar tidak meminta-minta di jalanan. Jika sudah diberikan pemahaman tak juga jera, Satpol PP baru akan melakukan penindakan," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau