Penangkapan abu bakar ba'asyir

HTI Bantah Pelatihan Teroris di Aceh

Kompas.com - 12/08/2010, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membantah pelatihan militer oleh sekelompok orang di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, adalah pelatihan kelompok teroris. HTI mengklaim bahwa pelatihan itu untuk persiapan sebelum dikirim ke Jalur Gaza.

"Itu diadakan menyusul serangan brutal Israel," ucap juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, di Mabes Polri, Kamis (12/8/2010). Rencananya, dia bersama empat anggota HTI lain datang untuk menjenguk Abu Bakar Ba'asyir. Namun, mereka tidak dapat menemui lantaran hari ini bukan waktu jenguk.

Ismail mengklaim bahwa ada rekayasa terkait pelatihan militer itu hingga penangkapan Ba'asyir. Menurut dia, Polri telah menyusupkan Sofyan Tsauri, mantan anggota Brimob ke dalam pelatihan militer. "Di dalam itu (kelompok pelatihan) ada rekayasa jangka panjang sedemikian rupa untuk menjerat Ustaz Abu seperti sekarang ini," kata dia.

Seperti diberitakan, Polri telah membantah terkait Sofyan. Menurut Polri, Sofyan adalah disertir Brimob yang telah dipecat. Sofyan direkrut Oman Abdurahman, terpidana kasus Bom Cimanggis. Sofyan lalu dibawa ke Aceh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau