Olimpiade robot indonesia

Meningkat, Antusiasme Siswa Pada Robot

Kompas.com - 14/08/2010, 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Antusias pelajar Indonesia mengikuti lomba merancang dan membuat robot terus mengalamai kemajuan. Tahun lalu jumlah peserta yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 270 orang dan kini meningkat menjadi 439 orang.

Demikian hal itu diungkapkan Managing Director Mikrobot, Bambang Rusli, di acara Olimpiade Robot Indonesia 2010, di Gedung BPPT, Jakarta, Sabtu (14/8/2010). Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini terus meningkat. "Sangat tinggi, ini tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 439 siswa tingkat SD, SMP, SMA dan SMK," jelas Bambang.

Selain itu, olimpiade robot ini juga diikuti peserta dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Serang, Padang, Surabaya, Medan, Bandung, Lampung, Pekanbaru, Bogor, Denpasar, Solo, dan Semarang. "Para wakil peserta dari berbagai daerah tersebut berkompetisi dan mengadu kreativitas dalam merancang dan membuat robot paling cerdas dengan menggunakan bahan baku Lego," kata Bambang.

Ia mengatakan, robot-robot tersebut harus bisa melewati jalur yang sudah ditentukan mengikuti sensor. Tim yang dapat menggerakan robot dengan tepat dan cepat melewati finish line akan ditetapkan sebagai pemenang untuk mewakili Indonesia di ajang internasional yang bergengsi World Robot Olympiad (WRO) 2010 di Filipina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau