Gaya hidup presiden

Robert Mugabe Belanja di Hong Kong

Kompas.com - 15/08/2010, 17:27 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, memanfaatkan akhir pekannya untuk berbelanja baju dan sepatu di Hong Kong, di mana dia memiliki sebuah rumah dan putrinya belajar di universitas di pulau itu.

Kunjungan berbelanja Mugabe terjadi beberapa hari setelah dia mengunjungi World Expo di Shanghai, untuk Hari Zimbabwe.

China tidak ikut ambil bagian dalam pemberian sanksi internasional kepada Mugabe, yang menjadi subyek larangan perjalanan negara-negara Barat dan pembekuan asetnya.

"Satu regu petugas dari satuan perlindungan VIP kepolisian Hong Kong mengawal presiden berusia 80-an itu Sabtu, pada saat dia mengunjungi pertokoan di distrik kota Kowloon," kata media setempat, Minggu (15/8/2010).

Seorang juru bicara pemerintah dikutip mengatakan, Mugabe tidak dalam kunjungan resmi.

Menurut Sunday Morning Post, putri Mugabe, Bona, menempuh pendidikan akuntansi di City University Hong Kong, sedangkan dia memiliki sebuah rumah di distrik terpencil New Territories.

Isteri sang pemimpin, Grace memicu sengketa diplomatik tahun lalu, ketika dia mengelak dari serangan tuduhan-tuduhan setelah didakwa menyerang seorang fotografer Inggris pada saat dia mengambil gambarnya saat berbelanja.

Departemen kehakiman Hong Kong mengatakan, dia menyandang imunitas diplomatik sebagai isteri presiden Zimbabwe, suatu keputusan yang memicu badai kritik.

Di Shanghai, Mugabe pada Rabu menyatakan terima kasih atas dukungan China dalam membantu pembangunan kembali kehancuran ekonomi negaranya.

"Negara kami sangat diuntungkan oleh kemurahan hati China di beberapa sektor, termasuk pasokan alat-alat pertanian, dan bantuan pangan karena cuaca buruk telah merusak panen kami," katanya.

Sebagai lumbung pangan Afrika Selatan, kekurangan pangan Zimbabwe disebabkan kekeringan yang melumpuhkan program reformasi tanah Mugabe.

Pada Februari, Uni Eropa memperbarui sanksi-sanksi terhadap Mugabe dan kalangan dekatnya selama setahun lagi, dengan alasan kurangnya dicapai kemajuan dalam melaksanakan reformasi politik dan hak-hak asasi manusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau