Seleksi pimpinan kpk

Patrialis: Kami Terima Investigasi ICW

Kompas.com - 16/08/2010, 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Patrialis Akbar mengatakan, pihaknya akan melihat hasil investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) soal rekam jejak tujuh calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara imparsial.

Ketujuh calon tersebut adalah Irjen Pol (Purn) Chaerul Rasjid, Jaksa Sutan Bagindo Fahmi, advokat Bambang Widjoyanto dan Melly Darsa, anggota DPD I Wayan Sudirta, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, dan Ketua KY Busyro Muqoddas. "Itu satu keseluruhan, bukan parsial. Tidak boleh dilihat dari satu segi saja kan dapat penilaiannya," kata Patrialis kepada para wartawan, Senin (16/8/2010) di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Patrialis, yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, mengatakan, saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat soal rekam jejak ketujuh orang yang telah diseleksi. "Kita belum dapat laporan soal itu," katanya singkat.

Ditambahkannya, Pansel akan menerima ICW yang akan menyerahkan hasil investigasinya, di Sekretariat Pansel di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin siang ini. Hasil investigasi ICW yang dilakukan pada 3-15 Agustus 2010 menunjukkan, ketujuh calon pimpinan KPK bermasalah, mulai dari menilap dana abadi umat, mangkir dalam membayar pajak bumi dan bangunan, bermain mata dengan pengusaha batubara dan penambangan emas ilegal, hingga tindak pidana "remeh-temeh" seperti melakukan plagiat tugas kuliah dan penyelundupan telepon genggam.

Investigasi dilakukan dengan cara menelusuri sejumlah data primer seperti biodata calon, laporan harta kekayaan penyelenggara negara, makalah, buku, dan investigasi lapangan. ICW juga melakukan konfirmasi sebanyak mungkin dengan pihak yang dinilai mengetahui catatan calon, serta mewawancarai calon, dan menganalisis isi media. "Semua calon pimpinan KPK bermasalah," ujar peneliti hukum ICW Donal Fariz kepada para wartawan, kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau