Oknum Kepala Desa di Madura Bawa Pistol

Kompas.com - 18/08/2010, 02:22 WIB

SUMENEP, KOMPAS.com - Entah apa yang akan diperbuat SRD, Kepala Desa Tanjung Geok, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ini. Layaknya koboi, ia kemana-mana suka membawa pistol. Celakanya, kepemilikan senjata api itu tidak dilengkapi surat izin.

Akibatnya, dia ditangkap petugas gabungan Polres Sumenep dan anggota Brimob Detasemen A Polda Jatim dalam gelar operasi cipta kondisi di setiap pintu masuk Sumenep, menjelang penghitungan hasil suara Pilkada Sumenep.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Andi Lilik, mengatakan, pistol bermagazin itu ditemukan dalam mobil si kades sewaktu akan melintas di pintu gerbang Sumenep, di Desa Muangan, Kecamatan Batuan.

”Saat digeledah, di pintu depan mobil kades ditemukan sepucuk senjata api. Setelah ditanya surat-surat kepemilikan senjatanya, ternyata tidak ada,” ujar Andi Lilik.

Kades SRD kemudian dikeler ke Mapolres Sumenep dan langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Sumenep. “Kami masih memeriksa jenis senjata api yang dimiliki kades,” lanjut Andi.

Sesuai pengakuan Kades SRD, senjata api miliknya itu dari seorang kawannya di Surabaya. Senjata itu sejenis milik tentara, tetapi pelurunya lain. "Teman tersangka yang di Surabaya itu yang akan kami kejar dulu, baru menentukan apa jenis senjata dan bagaimana memperolehnya,” beber Andi.

Pihaknya dalam waktu dekat juga akan mengirimkan anggotanya ke Surabaya pada sebuah nama yang disebutkan tersangka SRD. ”Jika memang ini senjata ilegal, kami tentukan bentuk pidananya,” imbuh mantan KBO Reskrim Surabaya Timur ini. (iv)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau