CIKAMPEK, KOMPAS.com - Sebuah truk yang mengangkut 31 kuli gali asal Brebes, Jawa Tengah, menabrak bagian belakang sebuah trailer di tol Cikampek, Rabu (18/8/2010) dini hari, sehingga mengakibatkan lima orang kuli mengalami patah kaki dan seorang luka ringan. Informasi yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kilometer 60.70 tol Cikampek, Dawuan, Karawang, saat truk Colt Diesel nomor plat E-9480-HA tengah melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta. Truk yang dikemudikan Rahmin (37) itu tiba-tiba kehilangan kendali dan menghantam keras bagian belakang trailer yang ada di depannya. Truk nahas tersebut dijejali 31 penumpang rombongan tukang gali dari Tangerang, yang bermaksud pulang ke kampung masing-masing. "Kami mau pulang kampung di Brebes, dan kebetulan ada truk yang mau membawa kami dengan ongkos tidak seberapa," ujar Kosam (35), salah seorang korban patah tulang kaki kiri. Ia mengaku sudah beberapa hari dipekerjakan oleh pemborong untuk penggalian tanah sebuah proyek di Tangerang, Banten. Namun mereka kecewa lantaran ketidakjelasan dalam hal upah. Para kuli galian itu akhirnya sepakat mencarter truk untuk pulang kampung. Polisi menduga, Rahmin yang juga menjadi salah satu korban mengantuk saat mengemudikan mobil. Sementara itu, trailer yang ditabrak pilih kabur. "Hanya seorang yang cidera ringan, sedangkan lima lainya mengalami patah tulang kaki dan tangan," ujar Tarmudi (45) petugas RS Karya Husada, Cikampek. Para korban mengalami patah tulang kaki dan tangan itu Rahmin, Karyanto (30), Darto (34), Kosam (35) dan Kasroni (40), seorang lainya Rahwon (24) cidera ringan. Mereka beralamatkan Desa Sengon Kecamatan Tanjung, Brebes, Jateng. Disamping keenam korban juga 25 tukang kuli lainnya telantar di Cikopo, dan baru Rabu siang mereka dijemput pihak pemborong yang mempekerjakanya di Tangerang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang