JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, proyek peninggian jembatan Kalibata diperkirakan akan rampung pada November 2010. Kemacetan dan kondisi jalan yang bisa dibilang tidak layak dilewati tersebut banyak dikeluhkan warga sehingga mereka menuntut agar proyek peninggian jembatan bisa rampung dalam waktu dekat.
"Sangat mengganggu, karena waktu saya untuk sampai ke tempat saya bekerja di Plaza Kalibata menjadi lebih banyak tersita," ujar Dewi (21) yang hampir tiap hari melewati ruas Jalan Kalibata.
Hal senada dikeluhkan Stephanus (34), pengendara mobil. Menurut dia, sebelum adanya proyek peninggian jembatan, waktu tempuh dari Jalan Dewi Sartika menuju Kalibata hanya sekitar 5-10 menit. Namun, saat proyek peninggian jembatan, waktu tempuh menjadi tiga puluh menit bahkan berjam-jam pada pagi dan menjelang sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (18/8/2010), kemacetan terjadi akibat adanya tiang-tiang beton sebagai penyangga peninggian jembatan yang menyebabkan menyempitnya ruas jalan dari mulut Jalan Kalibata sampai Jalan Dewi Sartika dan sebaliknya.
Ruas jalan yang semula lebarnya tiga meter dan dapat menampung dua kendaraan, kini hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan saja. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya lubang dan genangan air serta kendaraan proyek yang terparkir di ruas jalan.
Proyek peninggian jembatan Kalibata yang dimulai sejak Januari 2010 ini dimaksudkan karena kondisi jembatan yang lama selalu terendam banjir saat hujan datang.
"Jembatan lama tepat berda di lintasan Kali Ciliwung dengan posisi cekungan sehingga selalu terendam banjir," ujar Tarno, pekerja proyek peninggian jembatan.
Ditambah lagi, tepat di bawah lintasan jembatan, tumpukan sampah yang tersangkut di kali menyebabkan air cepat meluap.
Jembatan tersebut direncanakan membentang di jalan antara Cililitan dan Kalibata tepat di perbatasan Jakarta Timur-Jakarta Selatan sepanjang 100 meter dengan lebar 9 meter yang terbagi menjadi dua jalur. Masing-masing jalur lebarnya 4,5 meter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang