Lalu lintas

Proyek Jembatan Kalibata Bikin Macet

Kompas.com - 18/08/2010, 14:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, proyek peninggian jembatan Kalibata diperkirakan akan rampung pada November 2010. Kemacetan dan kondisi jalan yang bisa dibilang tidak layak dilewati tersebut banyak dikeluhkan warga sehingga mereka menuntut agar proyek peninggian jembatan bisa rampung dalam waktu dekat.

"Sangat mengganggu, karena waktu saya untuk sampai ke tempat saya bekerja di Plaza Kalibata menjadi lebih banyak tersita," ujar Dewi (21) yang hampir tiap hari melewati ruas Jalan Kalibata.

Hal senada dikeluhkan Stephanus (34), pengendara mobil. Menurut dia, sebelum adanya proyek peninggian jembatan, waktu tempuh dari Jalan Dewi Sartika menuju Kalibata hanya sekitar 5-10 menit. Namun, saat proyek peninggian jembatan, waktu tempuh menjadi tiga puluh menit bahkan berjam-jam pada pagi dan menjelang sore.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (18/8/2010), kemacetan terjadi akibat adanya tiang-tiang beton sebagai penyangga peninggian jembatan yang menyebabkan menyempitnya ruas jalan dari mulut Jalan Kalibata sampai Jalan Dewi Sartika dan sebaliknya.

Ruas jalan yang semula lebarnya tiga meter dan dapat menampung dua kendaraan, kini hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan saja. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya lubang dan genangan air serta kendaraan proyek yang terparkir di ruas jalan.

Proyek peninggian jembatan Kalibata yang dimulai sejak Januari 2010 ini dimaksudkan karena kondisi jembatan yang lama selalu terendam banjir saat hujan datang.

"Jembatan lama tepat berda di lintasan Kali Ciliwung dengan posisi cekungan sehingga selalu terendam banjir," ujar Tarno, pekerja proyek peninggian jembatan.

Ditambah lagi, tepat di bawah lintasan jembatan, tumpukan sampah yang tersangkut di kali menyebabkan air cepat meluap.

Jembatan tersebut direncanakan membentang di jalan antara Cililitan dan Kalibata tepat di perbatasan Jakarta Timur-Jakarta Selatan sepanjang 100 meter dengan lebar 9 meter yang terbagi menjadi dua jalur. Masing-masing jalur lebarnya 4,5 meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau