Perseteruan jimly-icw

Patrialis: Pansel Tak Terlibat

Kompas.com - 18/08/2010, 22:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Seleksi (Pansel) KPK mengaku tidak terlibat perseteruan antara calon Pimpinan KPK, Jimly Asshiddiqie dengan ICW.

"Pansel tidak terlibat dalam perseteruan seperti itu, Contohnya ICW dengan Jimly Asshiddiqie. Saya sudah komitmen dengan pansel bahwa informasi terhadap temuan ICW hanya dilaporkan ke Pansel," kata Ketua Pansel KPK, Patrialis Akbar saat ditemui di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Sebagai ketua Pansel KPK, hanya itu yang diketahui Patrialis. "Hanya itu yang saya ketahui, diluar itu tidak tahu," ujarnya.

Pansel pun belum bisa menindaklanjuti hasil berbagai temuan terhadap beberapa calon pimpinan KPK yang dilaporkan ICW. "Kita juga belum berani melaporkan apa pun, apalagi kawan-kawan ICW meminta waktu untuk mengklairiifkasi temuan tersebut," katanya.

Seperti kita ketahui ICW pernah membeberkan hasil temuannya termasuk temuan terhadap Jimly yang pernah menggunakan Dana Abadi Umat (DAU) untuk berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya. Jimly pun mengaku dan membenarkan hal tersebut, tetapi berdasarkan keterangannya, Jimly mengaku telah mengembalikan uang tersebut kepada instansi terkait. (Tribunnews/Adi Suhendi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau