JAKARTA, KOMPAS.com — Polri terus mendalami kejadian perampokan di Bank CIMB Niaga, Medan, Sumatra Utara. Kabareskrim Komjen Ito Sumardi mengatakan, Polri telah memiliki identitas pelaku perampokan yang telah menewaskan seorang anggotanya itu.
"Kejadian ini masih kami kaji. Tapi identitas pelaku ini sudah kami miliki. Sudah ada gambaran dari kelompok mana pelaku ini," kata Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Meski demikian, Ito belum bisa membeberkan dari kelompok mana para pelaku ini. Dia mengatakan Polri masih mendalami lebih jauh keterkaitan dan sepak terjang kelompok ini. "Identifikasi antara lain dari saksi-saksi. Pengungkapan itu kami kumpulkan dari olah TKP," terangnya.
Mengenai dugaan bahwa kelompok perampok ini menggunakan senjata organik dan memiliki kemampuan profesional, Ito juga belum bisa menjelaskan. Polri terus melakukan penyidikan lebih jauh. "Senjata belum bisa kami identifikasi sepenuhnya. Karena pelaku belum tertangkap. Tapi, kami juga upayakan uji forensik dari selongsong peluru yang tertinggal. Kami upayakan intensif," tuturnya.
Sementara mengenai kemungkinan pelaku menggunakan senjata organik, Ito meminta agar jangan terlalu cepat menyimpulkan. "Senjata organik kita lihat juga banyak dari luar negeri. Jadi belum bisa dikatakan senjata organik. Karena senjata organik ada nomor seri dan pertanggungjawabannya. Kami akan lihat sejauh mana setelah dapat hasil di lapangan. Kami akan kerja sama bukan hanya dari Polri, karena ini sangkut instansi lain," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang