Perampokan bersenjata

Polri Kantongi Identitas Garong di Medan

Kompas.com - 19/08/2010, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri terus mendalami kejadian perampokan di Bank CIMB Niaga, Medan, Sumatra Utara. Kabareskrim Komjen Ito Sumardi mengatakan, Polri telah memiliki identitas pelaku perampokan yang telah menewaskan seorang anggotanya itu.

"Kejadian ini masih kami kaji. Tapi identitas pelaku ini sudah kami miliki. Sudah ada gambaran dari kelompok mana pelaku ini," kata Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Meski demikian, Ito belum bisa membeberkan dari kelompok mana para pelaku ini. Dia mengatakan Polri masih mendalami lebih jauh keterkaitan dan sepak terjang kelompok ini. "Identifikasi antara lain dari saksi-saksi. Pengungkapan itu kami kumpulkan dari olah TKP," terangnya.

Mengenai dugaan bahwa kelompok perampok ini menggunakan senjata organik dan memiliki kemampuan profesional, Ito juga belum bisa menjelaskan. Polri terus melakukan penyidikan lebih jauh. "Senjata belum bisa kami identifikasi sepenuhnya. Karena pelaku belum tertangkap. Tapi, kami juga upayakan uji forensik dari selongsong peluru yang tertinggal. Kami upayakan intensif," tuturnya.

Sementara mengenai kemungkinan pelaku menggunakan senjata organik, Ito meminta agar jangan terlalu cepat menyimpulkan. "Senjata organik kita lihat juga banyak dari luar negeri. Jadi belum bisa dikatakan senjata organik. Karena senjata organik ada nomor seri dan pertanggungjawabannya. Kami akan lihat sejauh mana setelah dapat hasil di lapangan. Kami akan kerja sama bukan hanya dari Polri, karena ini sangkut instansi lain," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau