Rendevouz Pertama dengan Yamaha Byson

Kompas.com - 20/08/2010, 07:48 WIB

SENTUL, KOMPAS.com — Berlokasi di sirkuit gokar, Sentul, Jawa Barat, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia memunculkan sosok Byson ke hadapan sejumlah media nasional. Meski belum resmi diluncurkan, sepeda motor sport 150 cc ini dipersilakan untuk diakrabi.

Kesan pertama saat melihat sepeda motor ini adalah ucapan, ”Macho!” Tongkrongannya gagah dan sangat bergaya streetfighter. Hal itu tampak dari tangki bensin yang besar ala moge, spidometer digital, lampu utama depan multi-reflector, setang lebar, dan postur knalpot gambot yang enak dipandang.

Menurut Yamaha, Byson adalah adik kandung RZ6. Hubungan tersebut dijadikan kunci utama untuk menggoda penggemar sepeda motor sport.

"Berbeda dengan model sport yang sudah ada (Yamaha Scorpio dan Vixion), Byson berada di antaranya. Mengandalkan sosoknya yang macho!" sergah Paulus Sugih Firmanto, General Manager Penjualan, Promosi, dan Motorsport YMKI di Sentul, kemarin.

Mencicipi Setelah mengagumi sosok sepeda motor ini, saatnya Kompas.com duduk di sadel untuk menguji ketangguhannya. Sayang, waktu yang diberikan sangat singkat: tiga lap untuk setiap media! Yah, mencicipi saja!

Saat duduk di sadel dengan kedua tangan merentang memegang setang, rasanya nyaman. Setang panjang, posisi tangan agak melebar, mampu memberikan kesan gagah kepada pengendara bersama sepeda motornya. Saat didirikan dengan standar tengah, motor ini terasa sangat pas bagi pengendara berpostur 175 cm.

Dimensi Byson kompak untuk sepeda motor sport. Panjang 2.075 mm, lebar 780 mm, dan tinggi 1.045 mm! Postur ini ideal untuk bermanuver pada situasi lalu lintas Ibu Kota yang macet.

Di bagian depan, Byson dipasangi garpu teleskopik 0,41 mm dan suspensi monocross alias peredam kejut tunggal di belakang.  

Mesin responsif Putar kunci kontak, lampu indikator langsung menyala. Mesin gampang dihidupkan melalui tuas kick starter atau sela. Suara yang disemburkan knalpot terdengar halus. Sementara itu, getaran mesin bisa diredam dengan baik atau hampir tidak dirasakan.

Sebelum masuk ke lintasan, setiap peserta harus melewati rintangan tiga polisi tidur dari kayu. Hal itu dilanjutkan dengan zig-zag di antara susunan kerucut (cone). Byson ternyata dapat melakukannya dengan mudah kendati polisi tidur tinggi. Di samping itu, sepeda motor tetap nyaman.

Ada keinginan untuk membetot grip gas sebesar mungkin. Namun sayang, hal itu tidak bisa dilakukan karena trek lurus yang pendek. Motor ini hanya bisa ditunggangi dengan gigi dua dan tiga serta kecepatan antara 30 dan 40 km per jam.  

Saat melibas tikungan, mesin 153 cc 4-tak, SOHC berpendingin udara, responsif di putaran bawah sampai menengah. Ia lumayan menghentak! Namun, lagi-lagi kecepatan maksimum tak bisa diraih dan cuma menyentuh 74 km per jam.  

Yamaha mengklaim, tenaga yang dihasilkan sepeda motor ini 10,1 dk @7.500 rpm dan torsi 10,5 Nm @5.500 rpm.

Ban lebar Daya tarik lain dari Byson—dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya adalah ban yang digunakan lebar. Depan 100/80-17M dan belakang 120/70-17M, keduanya tubeless. 

Velg pun lebar. Depan 2,5 dan belakang 3,5 inci. Bentuk ini memungkinkan penggunaan ban lebar. "Untuk modifikasi, ban bisa diperbesar sampai 110/70 (depan) dan 140/70 (belakang)," ujar Manager Technical Support Service Division YMKI Muhamad Abidin.  

Ukuran ban yang lebar tersebutlah yang sangat membantu sepeda motor mantap saat diajak bermanuver. Pasalnya, daya cengkeramnya bertambah besar. Oleh karena itu pula, saat diajak miring, pengemudi merasa mantap membawanya tanpa tangkt.

Kesimpulan akhir, Yamaha Byson adalah alternatif bagi penggemar sepeda motor sport 150 cc. Kelebihan utamanya, penampilan dengan sosok yang lebih gaya dan mantap. Harganya diperkirakan antara Rp 19,5 juta dan Rp 20 juta! Memikat!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau