MALANG, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) cabang Malang menambah jumlah personel Brimob dalam mengamankan aksi calo penukar uang yang biasa beroperasi di luar kantor BI, Jalan Merdeka Timur. Deputi Pimpinan BI Malang Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Dite Mahargono, Jumat (20/8/2010), mengatakan, tenaga Brimob yang disiagakan di depan kantor BI itu awalnya sebanyak lima personel, namun saat ini menjadi 10 personel. Penambahan ini dilakukan untuk mengurangi aksi calo penukar uang yang berkeliaran di sekitar kantor. "Tujuannya untuk menertibkan kegiatan jual-beli uang yang dilakukan calo di lingkungan kantor BI setempat," paparnya. Penertiban ini bertujuan agar tidak mengganggu masyarakat yang sedang antre saat melakukan penukaran uang pecahan kecil. "Tambahan petugas Brimob ini untuk berjaga siang dan malam hari, selain itu juga akan ditambah dengan sejumlah petugas intern yang berjaga di dalam gedung," ucapnya menegaskan. Ia menjelaskan, secara hukum, calo penukar uang pecahan itu memang tidak bisa disalahkan meski sangat mengganggu masyarakat yang ingin menukar uang di kantor BI. "Calo ini beroperasi di luar kantor sehingga apabila ada masyarakat yang ingin masuk kantor untuk menukarkan uang, selalu dihadang di depan dan hal ini cukup mengganggu," katanya. Sementara itu, untuk transaksi penukaran uang pecahan kecil yang dilakukan masyarakat di BI Malang, hingga hari Kamis (19/8/2010) telah mencapai Rp 33 miliar. Ia memperkirakan, kebutuhan penukaran uang yang dilakukan masyarakat hingga Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah akan mencapai Rp136 miliar. Untuk itu, BI telah mengantisipasi jika nantinya terjadi lonjakan dalam permintaan uang, yakni dengan tidak memperkenankan petugas kasir cuti selama puasa hingga H-3 Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang