ADEN, KOMPAS.com - Sebelas prajurit dan dua warga sipil tewas, Jumat (20/11), dalam pertempuran dengan kelompok bersenjata di kota Loder, Yaman selatan, kata seorang pejabat keamanan setempat kepada AFP.
Delapan dari prajurit itu tewas ketika granat roket menghantam kendaraan lapis baja mereka, kata kepala keamanan Loder, Yahya al-Barkani. Satu sumber keamanan mengatakan, orang-orang bersenjata yang terlibat dalam bentrokan itu mungkin anggota Al-Qaeda, sementara seorang pejabat setempat menyatakan bahwa mereka mungkin memiliki kaitan dengan gerakan separatis selatan.
Pertempuran Jumat itu terjadi setelah bentrokan dua jam Kamis di Loder dimana orang bersenjata membunuh dua prajurit dan melukai dua orang lainnya.
Yaman selatan dikhawatirkan akan menjadi pangkalan Al-Qaeda yang menyatukan diri lagi, di bawah jaringan lokal Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). Wilayah selatan juga berulang kali menjadi lokasi protes dan kerusuhan separatis. Penduduk di wilayah ini mengeluhkan diskriminasi oleh pemerintah Sanaa menyangkut alokasi sumber daya.
Yaman merupakan negara leluhur pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan. Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman tahun 1990 tetapi banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang