Isu penculikan

Lagi, Warga Keroyok Lelaki Tak Dikenal

Kompas.com - 22/08/2010, 20:49 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Aksi anarkis warga kembali terjadi di Kabupaten Tangerang. Isu penculikan anak yang diakhiri dengan tindakan pengeroyokan yang dilakukan warga terjadi di Kampung Mambo, Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/8) sekitar pukul 21.00, berulang. Kali ini yang menjadi korban adalah pria tanpa identitas. Ia tewas setelah dikeroyok dan diseret massa dengan menggunakan mobil.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Kabupaten Tangerang Kompol Arief Setiawan membenarkan kejadian itu, Minggu (22/8/2010) malam.

Menurut Arief, warga melakukan itu karena cemas adanya isu penculikan anak di bawah umur oleh orang tak dikenal di kampungnya. "Isu itu beredar melalui pesan singkat berantai kepada warga sejak tiga minggu lalu," kata Arief.

Rohmi (402), warga sekitar mengatakan, tiga pekan terakhir beredar isu ada lelaki yang meculik anak belasan tahun untuk diambil organ tubuhnya seperti jantung, mata dan ginjal. Sejak adanya SMS tersebut, warga selalu mencurigai setiap orang asing dengan menggunakan tas dan masuk ke kampung itu.

Termasuk lelaki tanpa identitas yang masuk kampung pada Sabtu malam. "Karena orang itu tidak menjawab dan langsung lari, warga langsung mengeroyoknya," kata Rohmi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau