Venezuela

Implan Payudara Jadi Hadiah Kampanye

Kompas.com - 30/08/2010, 04:15 WIB

CARACAS, KOMPAS.com Seorang politisi Venezuela menawarkan hadiah undian berupa implan payudara saat mengumpulkan dana kampanye untuk meraih kursi di parlemen. "Ada yang mengecam, tetapi beberapa orang berpikir itu ide bagus," kata Gustavo Rojas, seorang kandidat oposisi untuk posisi Majelis Nasional.

Operasi kecantikan, terutama pembesaran payudara, merupakan hal lumrah di Venezuela yang ratu kecantikannya telah memenangkan banyak gelar pada kontes kecantikan internasional. Resesi bahkan tidak menyurutkan nafsu mereka. Banyak orang harus berutang agar bisa dioperasi.

Rojas, dari partai oposisi First Justice, mengatakan kepada harian El Universal bahwa ia tidak terlalu khawatir tentang rincian medis dari tawarannya. "Undian itu merupakan sebuah mekanisme pembiayaan, tidak lebih dari itu," katanya kepada koran tersebut. "Dokter yang akan melakukan operasi, bukan saya," tambahnya sebagaimana dikutip Telegraph, Sabtu pekan lalu.

Venezuela menggelar pemilihan parlemen pada 26 September mendatang. Presiden negara itu, Hugo Chavez, Jumat, membantah desas-desus bahwa ia menderita kanker. Berdasarkan laporan media lokal, Presiden berusia 56 tahun itu menderita kanker di rongga hidung.

Ketidakmunculannya pada hari Rabu, hari pertama kampanye untuk pemilihan parlemen, menguatkan spekulasi itu, meskipun kemudian terungkap bahwa Chavez telah mengadakan pertemuan panjang dengan mentornya, Fidel Castro, di Kuba. Chavez, yang telah mewarisi mantel Castro sebagai pengecam terkemuka dari Amerika Latin terhadap Amerika Serikat, berkuasa sejak tahun 1999 dan berencana untuk maju lagi pada pemilihan presiden tahun 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau