Pontianak, Kompas
Dari Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan, tingkat keterisian kapal menuju Surabaya rata-rata 95 persen. ”Kapal Bukit Raya tujuan Surabaya berangkat dengan 1.470 penumpang, atau setara 96,84 persen kapasitas kursi,” kata Huzaini, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut Administratur, Pelabuhan Pontianak, kemarin.
Kapal Prima Vista tujuan Semarang mengangkut sebanyak 370 penumpang, atau setara dengan 99,76 persen kapasitas angkutnya. Padahal, biasanya, kapal dari Pontianak ke Jawa hanya terisi 50-60 persen.
Untuk membantu kelancaran arus penumpang dari Kalimantan Barat dan Tengah, Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Bambang Harjo berjanji menyiapkan Kapal Dharma Kencana IX yang seharusnya dicadangkan di Merak-Bakauheni.
Peningkatan penumpang juga terpantau di Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar, Sulawesi Selatan). Biasanya, kapal hanya terisi 26-50 persen, tetapi kini kapal berkapasitas 1.500-2.000 orang itu terisi 100 persen, khususnya rute Makassar-Bima, Makassar- Ambon, dan Makassar-Baubau.
Syahbandar Pelabuhan Makassar Afrianus Tapalang mengatakan, terjadi anomali pada angkutan mudik laut tahun ini. ”Berdasarkan evaluasi tahun 2009, kenaikan penumpang diperkirakan sejak H-15, tetapi tahun ini baru pada H-9,” katanya.
Dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan, mulai terlihat gelombang kedatangan pemudik. Dalam sepekan, sejak Kamis lalu hingga kemarin, tercatat 16.506 pemudik turun di Tanjung Perak.
Kementerian Perhubungan berjanji menyiapkan 719 unit kapal dengan kapasitas total 3,07 juta orang. Kapasitas tersebut lebih besar dari prediksi penumpang angkutan laut tahun 2010 sebanyak 1,24 juta orang.
”Kami berharap masyarakat naik kapal saat tak padat sehingga tak terjadi penumpukan,” kata Bambang Harjo. Ia menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tidak memperbolehkan kapal masuk dok pada H-15 hingga H+15 sehingga seharusnya kapasitas kapal mencukupi.
Direktur Utama PT Pelni Jussabella Sahea, pekan lalu, mengatakan, tahun ini, untuk pertama kalinya menugaskan KM Ganda Dewata mengangkut 1.000 orang dan 1.000 sepeda motor.
Dimuat di Pelabuhan Tanjung Priok, sepeda motor itu kemudian dilayarkan ke Pelabuhan Tanjung Mas (Semarang, Jawa Tengah) dan Tanjung Perak. Ini untuk mengurai kepadatan motor di jalan pantai utara Jawa.
KM Ganda Dewata dilayarkan dari Tanjung Priok pada Selasa mendatang, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas keesokan harinya, dan kemudian tiba di Surabaya pada hari Kamis.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Luthfi Syarieh mengatakan, 100 kapal penyeberangan antarpulau telah siap beroperasi untuk mudik Lebaran.
Masa angkutan Lebaran feri diperkirakan dari H-7 sampai H+7, puncak arus pada H-2 dan H+2. ”Pada puncak arus mudik, penyeberangan di Merak naik jadi 70.000 orang dari 30.000 orang pada hari biasa,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan jalur pelayaran mudik, terutama melalui Laut Jawa, aman. Ketinggian gelombang pada pelayaran mudik, 4-7 September 2010, normal.
Forecaster Maritim BMKG, Hasneni, mengatakan, ketinggian gelombang laut pada 4 September adalah 1-2 meter. Adapun pada 5-7 September ketinggian gelombang 0,7 meter-1,3 meter.