Stt.. Berhenti Bicarakan Orang Lain

Kompas.com - 02/09/2010, 16:31 WIB

Kompas.com - Mulai sekarang berpikirlah dua kali jika ingin membicarakan orang lain, karena setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa memperlihatkan sifat dan kepribadian asli kita. Bahkan yang kita tidak disadari, atau menjadi petunjuk apakah kita orang yang baik atau jahat.

Studi terbaru menyimpulkan, cara kita memandang orang lain akan bercerita banyak tentang diri kita, termasuk karakteristik yang baik dan buruk. “Persepsi kita terhadap orang lain akan mengungkap kepribadian kita,” ujar Dustin Wood, PhD, asisten profesor psikologi di Wake Forest University.

Melihat orang lain dengan positif akan memperlihatkan sifat positif kita. Sebaliknya, kata-kata negatif yang kita lontarkan tentang orang lain, dikaitkan pada sifat narsisisme, perilaku anti sosial, atau bahkan neuroticsim atau orang berkarakter labil, ujar tim peneliti.

Dalam studi ini, semua sukarelawan adalah mahasiswa yang diminta untuk menilai karakteristik positif dan negatif dari mahasiswa lain yang mereka kenal. Dan para peneliti menemukkan fakta, sukarelawan yang memiliki kecenderungan menggambarkan orang lain secara positif, akan menjadi indikator untuk menunjukkan sifat-sifat positif yang para sukarelawan miliki.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology juga menemukan, seberapa positif kita melihat seseorang akan menunjukkan seberapa besar pula tingkat kepuasan kita dalam menjalani hidup, dan seberapa banyak kita dicintai oleh orang lain.

Sedangkan sebaliknya, persepsi negatif pada orang lain dikaitkan dengan tingginya tingkat narsisme dan sifat anti sosial. “Kecenderungan untuk melihat orang lain secara negatif, mengindikasikan kita mengalami tekanan atau masalah dengan kepribadian,” jelas Wood.

Karena pandangan-pandangan negatif akan menuntun kita untuk mengalami beberapa masalah dalam kepribadian, maka temuan ini ingin mengajak kita semua untuk bisa melihat orang lain dari sisi yang lebih positif. Yang ujungnya akan mampu meredam segala sifat-sifat ‘jahat’ yang kita miliki.

Banyak pola prilaku yang biasa diteliti oleh para psikolog, ditentukan oleh bagaimana individu memandang orang lain dalam lingkungan mereka. Yang nantinya akan berubah bentuk menjadi pilihan perilaku yang kita inginkan, adaptasi dan yang dianggap pantas.

Peneliti mengatakan temuan mereka ini menunjukkan, apa yang kita lihat pada orang lain tidak lebih dari sebuah cerminan terhadap gambaran diri kita sendiri, hanya medianya melalui diri orang lain.

Jadi, masih ingin membicarakan hal yang buruk-buruk tentang orang lain? Saatnya kita berpikir ulang demi kebaikan kita sendiri.(PreventionIndonesiaonline/Astrid Anastasia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau