Impor Kepulauan Riau Naik 52,28 Persen

Kompas.com - 02/09/2010, 19:40 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, nilai impor pada Juni 2010 mencapai 797,69 juta dolar AS, naik 52,28 persen dibanding Mei 2010.

Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Mangamputua Gultom, Kamis (2/9/2010) mengatakan, nilai impor Kepri selama Juni 2010 mencapai 797,69 juta dolar AS, terdiri dari impor migas sebesar 80,11 juta dolar AS (10,04 persen) dan impor nonmigas sebesar 717,58 juta dolar AS (89,96 persen).

"Nilai impor Kerpi selama Juni 2010 mengalami kenaikan sebesar 273,85 juta dolar Amerika atau naik 52,28 persen dibanding impor pada Mei 2010," kata Gultom di Tanjungpinang, Ibu kota Kepri.

Sementara nilai ekspor Kepri Juni 2010 mencapai 1.073,96 juta dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 11,77 persen dibanding ekspor pada Mei 2010.

Bila dibanding dengan ekspor pada Juni 2009, ekspor pada Juni 2010 mengalami kenaikan 89,77 persen.

Impor Kepri mengalami kenaikan karena naiknya impor komoditas migas dan nonmigas, masing-masing naik 55,01 juta dolar AS (219,18 persen) dan 218,84 juta dolar AS (43,88 persen).

Bila dibandingkan dengan nilai impor pada Juni 2009, nilai impor Kepri pada Juni 2010 juga naik, yaitu naik sebesar 198,48 juta dolar AS atau 33,12 persen.

Hal itu disebabkan naiknya impor komoditi migas sebesar 74,22 juta dolar AS (1.259,96 persen) dan impor komodoti nonmigas sebesar 124,26 juta dolar AS (20,94 persen).

Golongan barang nonmigas yang paling banyak diimpor Kepri selama Juni 2010 adalah mesin atau peralatan listrik sebesar 213,30 juta dolar AS atau 29,72 persen dari total impor nonmigas.

Diikuti oleh golongan barang impor mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan nilai 157.95 juta dolar AS (22,01 persen), dan benda-benda dari besi dan baja dengan nilai 118,06 juta dolar AS (16,45 persen).

Golongan barang impor nonmigas utama Kepri lainnya selama Juni 2010 yang mempunyai peran cukup besar adalah besi dan baja sebesar 49,41 juta dolar AS dengan peranannya sebesar 6,89 persen, plastik dan barang dari plastik sebesar 31,16 juta dolar AS (4,34 persen), perangkat optik sebesar 28,07 juta dolar AS (3,91 persen), kendaraan dan bagiannya sebesar 10,80 juta dolar AS (1,50 persen); kertas atau karton sebesar 7,31 juta dolar AS (1,02 persen) dan alumunium sebesar 6,97 juta dolar AS (0,97 persen).

"Sedangkan berbagai produk kimia sebesar 6,06 juta dolar Amerika dengan peranan impor sebesar 0,84 persen. Golongan barang lainnya hanya memberikan konstribusi sebesar 12,33 persen dari total impor nonmigas Provinsi Kepulauan Riau selama Juni 2010," katanya.

Gultom mengatakan, impor Kepri selama Juni 2010 yang terbesar berasal dari Singapura dengan nilai sebesar 402,37 juta dolar AS atau 50,44 persen dari keseluruhan impor Kepri pada Juni 2010.

Impor dari negara Singapura pada Juni 2010 mengalami kenaikan sebesar 52,71 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya.

Impor dari Jepang menempati urutan kedua pada Juni 2010 dengan nilai 95,09 juta dolar AS (11,92 persen), mengalami kenaikan sebesar 119,42 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara China merupakan negara pemasok barang ke Kepri terbesar ketiga selama Juni 2010 dengan nilai impor sebesar 74,98 juta dolar AS (9,40 persen), naik 72,35 persen dibanding pada bulan sebelumnya.

Negara-negara pemasok barang impor ke Provinsi Kepulauan Riau lainnya selama bulan Juni 2010 yang mempunyai peran cukup besar adalah Malaysia dengan nilai impor sebesar 43,04 juta dolar AS (5,40 persen), Jerman sebesar 39,84 juta dolar AS (4,99 persen), Amerika Serikat sebesar 26,99 juta dolar AS (3,38 persen), Italia sebesar 18,20 juta dolar AS (2,28 persen), Taiwan sebesar 14,48 juta dolar AS (1,81 persen), Austria sebesar 9,49 juta dolar AS (1,19 persen), dan Inggris sebesar 7,75 juta dolar AS (0,97 persen).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau