Dilema Pasang Torres

Kompas.com - 03/09/2010, 04:15 WIB

MADRID, KAMIS - Bukan soal tuan rumah, Liechtenstein, yang menyita pikiran Pelatih Vicente del Bosque saat Spanyol menjalani laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2012, Jumat (3/9). Namun, apakah striker Fernando

Torres bakal dimainkan atau tidak. Torres belum bugar 100 persen dan riskan cedera jika dipaksakan tampil.

Pelatih Liverpool Roy Hodgson meminta Del Bosque agar Torres tidak dipaksakan tampil karena striker Liverpool ini dinilai belum mencapai puncak kebugaran. Torres menjalani operasi lutut sebelum Piala Dunia dan kesulitan tampil maksimal sepanjang turnamen itu.

Saat memperkuat Liverpool pada awal musim ini, ia pun masih tertatih-tatih menemukan bentuk terbaiknya meski mencetak satu gol akhir pekan lalu. Namun, Del Bosque tampaknya mengabaikan permintaan Hodgson dan besar kemungkinan memainkannya saat Spanyol dijamu Liechtenstein di Grup I.

”Laporan soal Torres baik-baik saja. Dia sudah tampil dalam dua laga terakhir mereka (Liverpool) dan kami tidak mendapat kabar yang menyebutkan dia tidak sehat,” kata Del Bosque.

Tanpa memainkan Torres pun, ia masih memiliki striker lain, yakni Fernando Llorente, untuk diduetkan dengan David Villa. Namun, sikap Del Bosque itu juga didukung Torres. ”Laga ini bakal menjadi tes bagus bagi siapa pun yang terlibat. Selalu bagus jika bisa mengawali dengan kemenangan, dengan gol, dan dengan tiga poin,” ujar Torres.

Liechtenstein (peringkat ke- 141 FIFA) bukan lawan sepadan bagi Spanyol. Negeri itu hanya berpenduduk sekitar 35.000 jiwa, yang jika seluruhnya menonton pun tak akan memenuhi kapasitas Stadion Soccer City, Johannesburg, tempat Spanyol memukul Belanda 2-1 pada final Piala Dunia 2010.

Laga Liechtenstein versus Spanyol akan digelar di Stadion Rheinpark, Vaduz, yang hanya berkapasitas 6.127 penonton. Dalam 56 terakhir pertemuan mereka, Spanyol menang 50 kali.

”(Tetapi) jika kami ingin lolos ke Piala Eropa, kami harus memenangi laga ini,” kata Torres. Bek Carles Puyol absen karena cedera. Posisinya digantikan Carlos Marchena atau Sergio Ramos.

Jika Ramos, yang biasanya di bek kanan, digeser ke tengah, posisi asalnya ditempati Alvaro Arbeloa. Gelandang Andres Iniesta, pencetak gol penentu juara dunia Spanyol, sempat meninggalkan latihan, Rabu lalu, tetapi tetap ikut ke Liechtenstein.

Bagi Villa, laga itu kesempatan bagus untuk menyamai rekor gol Raul di timnas (44 gol). Dengan tambahan satu gol lagi, kontribusi golnya di timnas sama dengan Raul. Setelah dijamu Liechtenstein, empat hari kemudian Spanyol beruji coba melawan Argentina di Buenos Aires.

Target Jerman

Di Grup A, Pelatih Jerman Joachim Loew menargetkan tiga poin mutlak dalam lawatan ke Belgia. ”Target kami harus meraup enam poin dari dua laga pertama kami,” tegasnya.

Setelah dijamu Belgia, Jerman menjamu Azerbaijan. Tidak sulit tim ”Panser” mewujudkan target itu. Selain Michael Ballack yang cedera, hanya tiga pemain yang cedera, yakni Arne Friedrich, Jerome Boateng, dan Dennis Aogo.

Para pemain bernaluri menyerang, seperti Mesut Oezil, Thomas Mueller, dan Bastian Schweinsteiger, siap turun dan berjibaku melawan bek tengah Bayern Muenchen, Daniel van Buyten.

Di Grup E, Belanda dijamu San Marino. Pelatih Belanda Bert van Marwijk ingin mempertahankan gaya menyerang timnya. Daya gempur mereka dapat terpengaruh oleh absennya striker Robin van Persie dan gelandang Arjen Robben karena cedera.

Dua perubahan lain harus dilakukan Van Marwijk. Bek Ron Vlaar agaknya bakal mengganti John Heitinga yang diskors dan Vurnon Anita mengisi posisi bek kiri yang ditinggal pensiun Giovanni van Bronckhorst. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau