JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menyatakan keyakinannya 17 langkah yang diputuskan dalam rapat yang dipimpinnya kemarin untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dapat terwujud.
"Yang ini, saya yakin (bisa) jalan," kata Wapres Boediono singkat, saat ditanya pers, seusai buka puasa bersama pimpinan media massa di rumah dinasnya di Jakarta, Jumat (3/9/2010) malam.
Sehari sebelumnya, Wapres Boediono yang memimpin rapat mengenai sistem transportasi massal di Istana Wapres, Jakarta, menetapkan 17 langkah mengatasi kemacetan. Langkah itu mulai dari penerapan electronic road pricing (ERP), sterilisasi dan penambahan jalur bus transjakarta, perbaikan jalan, kebijakan perparkiran, penetapan harga gas bagi angkutan transportasi, restrukturisasi angkutan jalan raya, perbaikan pengelolaan angkutan kereta api, pembuatan jalur ganda berganda (double-double track) kereta api, pembangunan jalur rel kereta api lingkar dalam kota, penambahan jalan tol, peninjauan penggunaan kendaraan kecil bagi angkutan transportasi, sampai larangan angkutan liar.
Bahkan, pemerintah juga bertekad merealisasikan pembangunan sarana dan jalur transportasi massal (mass rapid transit/MRT), pemanfaatan monorel, kereta api Bandara Soekarno-Hatta hingga Stasiun Manggarai, pembentukan badan otoritas transportasi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan sarana transportasi terpadu Jabodetabek hingga pengendalian jumlah kendaran sampai penyiapan lahan parkir di dekat-dekat stasiun kereta api di Kabupaten Bogor dan Tangerang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang