Obesitas karena Keturunan Hanya Mitos?

Kompas.com - 06/09/2010, 12:31 WIB

KOMPAS.com- Tak bisa dipungkiri ada kecenderungan orang-orang yang mengalami kegemukan berasal dari keluarga yang seluruhnya bertubuh subur. Fenomena itu memunculkan keyakinan bahwa kegemukan merupakan keturunan. Sebenarnya opini itu tak sepenuhnya benar.

Dr Ruth Loos dari Pusat Penelitian Medis Epidemiologi Council dari Universitas Cambridge, Inggris, berpendapat kegemukan terjadi pada orang-orang yang minim aktivitas fisik. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa orang yang tidak bekerja memiliki 40 persen lemak ekstra dibanding mereka yang bekerja.

Meskipun beberapa orang memang memiliki kecenderungan untuk kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, namun para peneliti menemukkan bahwa mereka yang memiliki gaya hidup aktif  dapat mencegah obesitas karena alasan genetis.   Para peneliti membuat kesimpulan mereka setelah menganalisa lebih dari 20.000 gen pria dan wanita usia 39-79, yang kemudian mencari mencari 12 tanda-tanda genetik utama yang dapat meningkatkan indeks massa tubuh (BMI) dan risiko obesitas. Dengan ini, mereka menghitung skor "predisposisi genetik" untuk setiap orang. Mereka kemudian diminta untuk mengisi kuesioner tentang tingkat aktivitas fisik mereka di tempat kerja dan di tempat lain.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLoS Medicine ini menyimpulkan, "Apabila umumnya obesitas karena gen keluarga tidak bisa dilawan, kini dengan panduan perawatan, di masa mendatang dapat memerangi krisis obesitas," kata Dr Loos.   "Penelitian kami membuktikan bahwa bahkan mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap obesitas yang berasal dari gen dapat meningkatkan kesehatan mereka dengan menjalani beberapa aktivitas fisik sehari-hari," kata Dr Loos.

Dr. LOos juga menambahkan, "Orang tidak harus berlari maraton untuk mencegah obesitas. Berjalan-jalan dengan anjing atau berkebun bisa menjadi salah satu pilihanan," katanya.

Dengan kata lain, faktor genetik memang berpengaruh terhadap risiko seseorang untuk mengalami kegemukan. Namun, bukan berarti kita harus pasrah dan menganggap hal itu sebagai "takdir" untuk menjadi gemuk. Menjalani pola makan yang sehat serta diimbangi aktivitas fisik yang cukup akan menjaga berat tubuh Anda selalu dalam keadaan ideal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau