'open house' di istana

Bawa Onthel, Jumpai Pak Presiden

Kompas.com - 10/09/2010, 11:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk ketiga kalinya Wibowo (43) datang bersilaturahim ke Istana Negara dalam rangka open house Lebaran. Kali ini, dia datang bersama putranya, Dimas, dan sepeda onthelnya yang unik.

Kedatangan Wibowo dan sepeda onthelnya mencuri perhatian para warga yang sudah berkerubung di depan pintu gerbang Istana Negara, Jumat (10/9/2010), sejak pagi. Pasalnya, sepeda onthel Wibowo dilengkapi hiasan-hiasan dari kuningan di sekujur rangkanya. "Ini sepedanya khusus didatangkan dari Ponorogo. Saya mau ketemu sama Pak Presiden," katanya kepada Kompas.com.

Pakaian Wibowo pun terbilang unik, mengingatkan siapa pun yang melihatnya ke masa lampau. Pakaiannya seperti kaum bangsawan pribumi pada zaman kemerdekaan dengan topi khas meneer-meneer Belanda. Di bagian kerahnya terdapat dua pin bergambar bendera Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan kepada Pak Presiden kalau nasionalisme bangsa ini sudah mulai pudar. Bagaimana tidak? Di sekolah sudah tidak diajarkan rasa memiliki bangsa dan negara," ungkapnya berapi-api.

Bagi Wibowo, cara berpakaian yang demikian serta sepeda onthel yang dibawanya menjadi perlambang harapannya akan tumbuhnya nasionalisme. Dia berharap Presiden SBY turun tangan dalam hal ini.

Sementara itu, lalu lintas di Jalan Majapahit menuju Monas tampak padat karena ratusan warga sudah menumpuk di depan pintu gerbang berikut sejumlah kendaraan roda dua. Tak hanya duduk-duduk di trotoar, warga juga menduduki pembatas lajur yang berada di seberang pintu gerbang.

Open house baru akan dimulai pada pukul 14.00. Di dalam kawasan Istana sudah disiapkan pula sejumlah tenda dan ratusan kursi lipat untuk siang nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau