JAKARTA, KOMPAS.com - Joni Malela, tuna netra yang meninggal akibat berdesakan di depan Istana saat antri silaturahim dengan presiden, sempat minta air minum karena kehausan.
"Saat dia roboh, kami mengangkatnya lalu merebahkan dia. Korban haus dan minta air. Setelah minum, tak lama kemudian badannya dingin. Dia lalu dibawa ambulans," kata Wahiman, saksi yang ikut memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Wahiman, yang tak mengenal Joni, ikut memberikan keterangan di Polsek Metro Gambir bersama istri korban.
Sementara itu Euis Rusmiyati (38) istri korban, mengatakan mereka berdua tinggal di Ciputat.
"Kami berangkat ke istana diajak kelompok pengajian Sasana Kebajikan. Ada delapan tuna netra dan sebelum ke istana kumpul dulu di mushala Cirendeu," kata Euis di RSCM.
Tahun lalu mereka berdua juga datang ke open house di istana dan saat itu pengaturannya lebih baik dan mereka diberi tempat duduk sebelum silaturahim.
Euis mengemukakan jumlah santunan atas musibah yang mereka alami mencapai Rp 40 juta. "Tapi saya tak pegang uang itu," katanya.
Sekitar pukul 20.30 WIB, Euis dengan ambulans berisi jenazah suaminya meluncur ke Garut, kampung halaman mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang