Arus Balik Diprediksi Senin Ini

Kompas.com - 13/09/2010, 14:10 WIB

Bandung, Kompas - Arus balik pemudik di Jawa Barat diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin ini. Kantor-kantor umumnya sudah buka pada Selasa sehingga mereka mulai berangkat dari daerah masing-masing hari ini.

Menurut Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jabar Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo di Bandung, arus balik sudah mulai meningkat sejak Minggu (12/9) siang dan terus berlanjut hingga malam dan keesokan harinya.

"Besok (hari ini) cuti bersama sudah berakhir. Arus balik meningkat dari wilayah pantai utara dan selatan," kata Sambodo. Minggu kemarin kepadatan lalu lintas terjadi di Tol Cikopo, Purwakarta, dengan panjang antrean kendaraan hingga sekitar 4 kilometer. Gerbang Tol Cikampek, di Cikopo sejak pukul 18.00 kemarin, sudah dibuka normal untuk kendaraan yang hendak masuk.

Sebelumnya, sebanyak delapan gerbang digunakan untuk kendaraan yang akan keluar tol saja. Kendaraan yang masuk tol diarahkan ke gerbang Kalihurip. Selain itu, juga terjadi antrean panjang di Gerbang Tol Padalarang Barat karena kepadatan kendaraan yang berasal dari jalur selatan.

Antrean cukup panjang karena sejumlah pengemudi yang berwisata juga mau pulang. Penyebab antrean ialah pengemudi hendak membayar di gerbang tol. Pada puncak arus balik Senin ini, Sambodo belum dapat memperkirakan daerah-daerah dengan kemacetan paling parah.

Ia juga tak mau memprediksi panjang kemacetan di titik-titik tersebut. Setelah Senin, arus mudik diperkirakan kembali meningkat Kamis atau Jumat. Pengendara kembali memadati jalan karena sekolah beraktivitas lagi mulai pekan depan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, secara keseluruhan, kondisi lalu lintas pada masa mudik tahun ini lebih baik dibandingkan 2009. "Jauh lebih baik. Penyebabnya banyak, antara lain dioperasikannya Jalan Lingkar Nagreg," katanya.

Selain itu, pembagian arus juga lebih lebih teratur. Pemudik dengan sepeda motor tidak diarahkan ke jalur utama tetapi alternatif. Kondisi jalan-jalan provinsi, seperti di Cikamurang, Cianjur, dan Jonggol, juga sudah bagus.

"Saya sempat memantau. Pada H-1, misalnya, lengang. Lalu, H-2 cukup padat karena merupakan puncak arus mudik," tutur Heryawan. 

"Open house"

Acara open house atau menerima tamu di rumah dinas gubernur Jabar, Jumat, lebih lama daripada tahun lalu. Rumah dinas tersebut, yakni Gedung Pakuan di Bandung, mulai ramai sejak pukul 08.00 dan buka hingga pukul 22.00.

"Pada Idul Fitri 2009 Gedung Pakuan hanya buka hingga pukul 14.00. Rumah dinas dibuka lebih lama agar semakin banyak masyarakat hadir," kata Heryawan.

Kepala Rumah Tangga Pimpinan Pemerintah Provinsi Jabar Yeni Prikasih menuturkan, jumlah pengunjung Gedung Pakuan yang ingin bersilaturahim dengan Gubernur pada Lebaran kali ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dari pagi hingga sebelum shalat Jumat, jumlah pengunjung sekitar 700 orang. Dalam rentang waktu yang sama pada tahun lalu, jumlah itu hanya sekitar 200 orang.

"Semakin ramai karena kian banyak masyarakat yang mengenal Gubernur. Sambil menikmati hidangan, mereka berfoto-foto di Gedung Pakuan," kata Yeni. (bay)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau