Bandung, Kompas - Arus balik pemudik di Jawa Barat diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin ini. Kantor-kantor umumnya sudah buka pada Selasa sehingga mereka mulai berangkat dari daerah masing-masing hari ini.
Menurut Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jabar Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo di Bandung, arus balik sudah mulai meningkat sejak Minggu (12/9) siang dan terus berlanjut hingga malam dan keesokan harinya.
"Besok (hari ini) cuti bersama sudah berakhir. Arus balik meningkat dari wilayah pantai utara dan selatan," kata Sambodo. Minggu kemarin kepadatan lalu lintas terjadi di Tol Cikopo, Purwakarta, dengan panjang antrean kendaraan hingga sekitar 4 kilometer. Gerbang Tol Cikampek, di Cikopo sejak pukul 18.00 kemarin, sudah dibuka normal untuk kendaraan yang hendak masuk.
Sebelumnya, sebanyak delapan gerbang digunakan untuk kendaraan yang akan keluar tol saja. Kendaraan yang masuk tol diarahkan ke gerbang Kalihurip. Selain itu, juga terjadi antrean panjang di Gerbang Tol Padalarang Barat karena kepadatan kendaraan yang berasal dari jalur selatan.
Antrean cukup panjang karena sejumlah pengemudi yang berwisata juga mau pulang. Penyebab antrean ialah pengemudi hendak membayar di gerbang tol. Pada puncak arus balik Senin ini, Sambodo belum dapat memperkirakan daerah-daerah dengan kemacetan paling parah.
Ia juga tak mau memprediksi panjang kemacetan di titik-titik tersebut. Setelah Senin, arus mudik diperkirakan kembali meningkat Kamis atau Jumat. Pengendara kembali memadati jalan karena sekolah beraktivitas lagi mulai pekan depan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, secara keseluruhan, kondisi lalu lintas pada masa mudik tahun ini lebih baik dibandingkan 2009. "Jauh lebih baik. Penyebabnya banyak, antara lain dioperasikannya Jalan Lingkar Nagreg," katanya.
Selain itu, pembagian arus juga lebih lebih teratur. Pemudik dengan sepeda motor tidak diarahkan ke jalur utama tetapi alternatif. Kondisi jalan-jalan provinsi, seperti di Cikamurang, Cianjur, dan Jonggol, juga sudah bagus.
"Saya sempat memantau. Pada H-1, misalnya, lengang. Lalu, H-2 cukup padat karena merupakan puncak arus mudik," tutur Heryawan.
"Open house"
Acara open house atau menerima tamu di rumah dinas gubernur Jabar, Jumat, lebih lama daripada tahun lalu. Rumah dinas tersebut, yakni Gedung Pakuan di Bandung, mulai ramai sejak pukul 08.00 dan buka hingga pukul 22.00.
"Pada Idul Fitri 2009 Gedung Pakuan hanya buka hingga pukul 14.00. Rumah dinas dibuka lebih lama agar semakin banyak masyarakat hadir," kata Heryawan.
Kepala Rumah Tangga Pimpinan Pemerintah Provinsi Jabar Yeni Prikasih menuturkan, jumlah pengunjung Gedung Pakuan yang ingin bersilaturahim dengan Gubernur pada Lebaran kali ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dari pagi hingga sebelum shalat Jumat, jumlah pengunjung sekitar 700 orang. Dalam rentang waktu yang sama pada tahun lalu, jumlah itu hanya sekitar 200 orang.
"Semakin ramai karena kian banyak masyarakat yang mengenal Gubernur. Sambil menikmati hidangan, mereka berfoto-foto di Gedung Pakuan," kata Yeni. (bay)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang