Jakarta, Kompas -
Keluhan itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat mengawali Sidang Kabinet Paripurna pada hari pertama kerja di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (14/9).
”Saya tadi mengecek ke televisi. Ternyata, pasar saham kita belum buka. Disebutkan, sejak Rabu lalu libur. Hingga kini masih tutup,” kata Presiden. Padahal, ujar Presiden Yudhoyono, pasar saham di negara-negara lain yang dipantaunya hanya tutup dua atau tiga hari.
”Ini sudah seminggu. Apakah tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan dunia usaha kita meskipun seolah-olah ada kesepakatan antara pihak pengelola dan pelaku-pelaku pasar modal?” ujar Presiden. BEI dilaporkan libur Idul Fitri sejak Rabu lalu dan aktif kembali pada Rabu ini.
Menurut Presiden, seharusnya Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam menggalakkan perekonomian dan dunia usaha.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa kepada pers mengatakan, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan mengevaluasi kembali masa libur BEI.
”Sebetulnya, libur BEI tidak lama. Hanya dua hari sebelum dan dua hari setelah Idul Fitri. Akan tetapi, ditambah dengan Sabtu dan Minggu, hari liburnya menjadi tujuh hari,” katanya. Sebaiknya pada masa datang BEI tidak libur terlalu lama.
Di tempat yang sama, Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan mengkaji kembali hari libur BEI agar saat menentukan jadwal libur pasar modal lebih tepat dan baik. ”Mungkin akan dipersingkat lagi libur seperti sekarang ini,” ujarnya.
Namun, sebenarnya, kata Agus, jadwal ini sesuai dengan jadwal tahunan BEI yang sudah dibuat pada awal tahun lalu. Artinya, jika memang mau libur, semua pialang, investor, dan pelaku pasar modal lainnya harus sudah diberi tahu lebih dulu sehingga BEI harus menyusunnya lebih awal mengenai hari liburnya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, BEI diliburkan selama seminggu penuh mengingat kuatnya tradisi mudik Lebaran di Indonesia. Untuk menjalani mudik itu, setiap penduduk, termasuk pelaku-pelaku pasar modal, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulang ke kampung halamannya dan kembali lagi ke Jakarta.
”Kuatnya tradisi mudik Lebaran ini yang menjadi pertimbangan utama kami. Di Malaysia, tradisi mudik Lebaran tidak terlalu kuat sehingga bisa libur lebih singkat,” kata Eddy.
Lamanya libur sebuah bursa saat merayakan hari besar, kata Eddy, juga terjadi di Bursa China. Saat merayakan Hari Raya Imlek, bursa setempat minimal libur satu minggu penuh, bahkan bisa satu setengah minggu.
Menurut Eddy, BEI bisa saja mempercepat hari libur bursa. Namun, seluruh pemangku kepentingan (
Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany menyatakan, seluruh jajaran Bapepam-LK telah bekerja normal sejak kemarin.
BEI yang libur 8-14 September 2010 juga menimbulkan pro-kontra di kalangan investor. Dari sejumlah
Sementara sebagian investor lainnya tidak setuju libur panjang BEI karena dapat mengakibatkan pergerakan indeks di BEI saat dibuka kembali tidak sejalan dengan pergerakan indeks di bursa negara lainnya.