Olimpiade internasional

Pelajar Indonesia di Olimpiade Astronomi

Kompas.com - 15/09/2010, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak lima pelajar sekolah menengah atas (SMA) Indonesia berkompetisi pada penyelenggaraan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika mulai pekan ini hingga Selasa (21/9/2010) di Beijing, Cina. Tim nasional Indonesia itu bakal bersaing dengan 23 tim lainnya dari 21 negara.

Mereka adalah Raymond Djajalaksana (SMA Ipeka Sunter, Jakarta), Anas Maulidi Utama (SMAN 5 Surabaya), Hans Triar Sutanto (SMAK 2 Petra Surabaya), Ahmad Raditya Cahya (SMAN 1 Yogyakarta), dan Widya Ageng Setyo Tetuko (SMA Taruna Nusantara Magelang).

Suryadi Siregar, pimpinan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, saingan berat Indonesia adalah Korea Selatan, India, Cina, Rusia, serta Iran. Pada olimpiade ini, tes yang dijalani yakni teori, pengamatan, praktik pengolahan data, dan kompetisi tim.

Tahun ini, kompetisi antartim merupakan pertandingan yang baru. Pada penyelenggaraan yang lalu, kompetisi tim hanya sebagai pameran dan uji coba.

Selain berkompetisi, peserta juga mengikuti kegiatan ilmiah, antara lain mendengarkan ceramah ilmiah dari astronom profesional dan wisata ilmiah. Kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta tentang simulasi astronomi yang mirip dengan langit sesungguhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau