JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua RT 1 RW 12 Jalan Madrasah, Bintaro, Jakarta Selatan, Samsul Ridwan menyesalkan sikap pemerintah yang sangat lamban mengantisipasi terjadinya banjir di wilayahnya. Pasalnya, dalam satu bulan terakhir ini sudah dua kali dialami oleh warganya.
"Memang kondisi tanggul sudah direnovasi. Pemerintah sendiri memang berupaya dengan mengisi pasir untuk menanggulangi. Tapi kalau cuma pasir, ya tidak kuat. Beton saja jebol. Masa sih pemerintah tidak ada dana taktis untuk merenovasi tanggul?" kata Samsul Ridwan saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/9/2010).
Ia menyesalkan prosedur pemerintah yang hanya untuk merenovasi tanggul harus memakai mekanisme lelang.
"Saya dengar masih lelang. Kapan selesainya? Keburu banjir lagi," tandasnya.
Sementara bencana banjir yang saat ini sedang melanda di wilayah ini mengakibatkan 110 KK harus diungsikan ke aula masjid di wilayah tersebut.
"Untuk banjir yang sekarang sedikitnya 110 KK menjadi korban banjir dan 70 rumah terendam banjir," kata Samsul.
Sejauh ini, pihaknya telah mendapat bantuan dari Kelurahan Bintaro, Palang Merah Indonesia, Dompet Duafa, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kecamatan Pesanggrahan.
"Bahkan Dompet Duafa bangun dapur umum di sini. Nasi bungkus juga ada serta obat-obatan," tambah Samsul. (Tribunnews/Iwan Taunuzi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang