Jakarta, Kompas -
Calon yang terpilih diharapkan benar-benar dapat menjaga diri dan jangan sampai ternoda oleh hal-hal apa pun yang bisa mengganggu integritas dan kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pesan Presiden Yudhoyono itu disampaikan Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto dalam keterangan pers seusai bertemu Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/9). Dalam catatan
Keduanya diundang Presiden Yudhoyono sebagai kepala negara, kemarin. Dalam pertemuan lebih kurang satu jam, Presiden Yudhoyono didampingi antara lain Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto serta Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Presiden Yudhoyono tampak ceria saat menerima kedua calon ketua KPK itu. Bahkan, Presiden terlihat mengacungkan dua jempolnya kepada kedua calon ketua KPK saat juru foto akan mengabadikan gambarnya.
”Harapan Presiden, supaya
Menurut Busyro, harapan kedua Presiden adalah agar calon terpilih memiliki kearifan bertindak. ”Artinya, tidak banyak bicara, tetapi banyak bekerja,” lanjutnya.
”Harapan berikutnya, calon yang terpilih tidak memiliki perbenturan kepentingan di KPK,” lanjut Busyro. Menanggapi harapan Presiden, Busyro menyatakan, ”Tentu saja saya dan Mas Bambang memahami, merasakan, dan menerima dengan baik karena memang seperti itu hal yang harus disandang siapa pun yang memimpin KPK.”
Soal pola kerja yang akan diterapkan, Busyro mengatakan, pihaknya mengutamakan pendekatan sistem, memperkuat sinergitas dengan lembaga hukum lain, seperti kepolisian, kejaksaan, dan BPK. ”Bambang tadi menambahkan kerja sama dengan inspektur-inspektur jenderal kementerian,” paparnya.
Bambang Widjojanto tidak banyak bicara saat itu. ”Karena 99 persen sama dengan penjelasan Pak Busyro. Saya hanya menambahkan 1 persennya saja, yaitu pejabat yang mendampingi Presiden,” ujarnya.
Sementara itu, Busyro menepis bahwa kedatangannya bisa memengaruhi independensinya jika terpilih.
”Kami datang dengan leluasa. Tidak ada beban sama sekali. Oleh sebab itu, tidak ada kaitannya dengan titipan-titipan. Dan, kami juga merasa tidak dititipi. Jangan khawatir,” kata Busyro.