Jemaat hkbp batal beribadah

Tak Ada Nyanyian, Lalu Menyalami Petugas

Kompas.com - 19/09/2010, 11:56 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Jemaat HKBP Pondok Timur Indah di Ciketing, Mustika Jaya, Kota Bekasi, batal melaksanakan ibadah pada Minggu (19/9/2010). Sedianya, mereka akan beribadah di lahan kosong di Jalan Asem, tempat yang biasa mereka gunakan untuk beribadah.

Awalnya, berdasarkan hasil rapat internal di salah satu rumah di Jalan Puyuh Raya, pihak HKBP tetap bersikukuh beribadah di lahan kosong itu meskipun pihak Pemerintah Kota Bekasi telah melarang mereka. Larangan itu sesuai hasil rapat koordinasi berbagai pihak di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Namun, ketika akan menuju lahan kosong, jemaat dihadang pihak Pemkot Bekasi. Sempat terjadi negosiasi sekitar 20 menit. Akhirnya, pihak HKBP menerima larangan itu dan kembali masuk ke dalam rumah yang penah dijadikan tempat ibadah sebelum disegel Pemkot Bekasi. Di sana, ratusan jemaat diberi pengarahan dari Sekretaris Jenderal HKBP, para pendeta, dan pengurus gereja.

Setelah memberikan pengarahan kepada jemaat dan puluhan wartawan, jemaat kemudian membubarkan diri. Tak ada nyanyian puji-pujian atau khotbah oleh pendeta saat itu. Sementara itu, ratusan anggota jemaat sempat menyalami para petugas kepolisian yang berjaga-jaga di depan rumah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau