Buku Koleksi Bung Karno Memprihatinkan

Kompas.com - 20/09/2010, 09:36 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com — Wisatawan yang berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, prihatin melihat kondisi buku koleksi Presiden Republik Indonesia pertama itu kurang terawat.

"Saya prihatin sekali melihat keadaan buku tersebut yang sudah rapuh dimakan rayap," kata seorang pengunjung di rumah pengasingan Bung Karno Stevan, Minggu.

Ia mengatakan, buku tersebut sebaiknya diperbaiki meski hanya merupakan koleksi pribadi Bung Karno karena buku itu mempunyai nilai sejarah.

Jika belum ada upaya perbaikan dengan buku koleksi Proklamator RI tersebut, kemungkinan besar tidak lama lagi akan punah.

"Sebaiknya buku tersebut segera diperbaiki kulitnya dan digandakan agar tetap tahan lama dan bisa dilihat anak cucu kita nanti," katanya.

Hal senada dikatakan Monic, pengunjung lainnya, ia juga menyayangkan buku tersebut hancur termakan rayap, padahal buku tersebut termasuk buku yang bagus dan bernilai sejarah.

"Jika menjadi koleksi Bung Karno, itu berarti buku tersebut mempunyai isi yang bagus," katanya.

Ia mengharapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu segera memperbaiki kondisi buku tersebut agar tidak punah.

Juru pelihara Rumah Bung Karno, Surgrahanudin, mengatakan, koleksi buku Bung Karno yang tersimpan di rumah pengasingan tersebut sebanyak 283 eksemplar.

Terkait dengan kunjungan wisatawan pasca-Lebaran, ia mengatakan, rumah pengasingan Bung Karno cukup diminati wisatawan Nusantara.

"Rata-rata pengunjung yang datang ke sini berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Palembang, dan Padang," katanya.

Ia menambahkan, pada masa Lebaran lalu biasanya yang lebih mendominasi adalah wisatawan luar Kota Bengkulu sebab momen Lebaran, selain digunakan untuk mengunjungi sanak keluarga di daerah ini, juga digunakan untuk menikmati obyek wisata andalan daerah ini, salah satunya rumah pengasingan Bung Karno.

Obyek wisata sejarah rumah pengasingan Bung Karno merupakan salah satu wisata andalan Provinsi Bengkulu yang berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi.

Di rumah tersebut tersimpan buku koleksi Bung Karno dengan beragam bahasa, sepeda ontel kesayangannya, foto bersama Fatmawati semasa hidupnya, beberapa kostum yang dipakai untuk pertunjukan tonil, dan sejumlah perlengkapan rumah tangga yang digunakannya tempo dulu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau