Kondisi tanah di jalan re martadinata

Penelitian Selesai dalam Tujuh Hari

Kompas.com - 20/09/2010, 09:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari kelima sejak amblesnya sebagian badan Jalan RE Martadinata, belum ada hasil final mengenai kondisi tanah di bawah jalan tersebut. Penelitian kemungkinan baru selesai dalam tujuh hari.

Direktur Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Muryanto mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Departemen Pekerjaan Umum yang saat ini sedang memeriksa struktur tanah di sekitar jalan ambrol tersebut.

Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menentukan metode apa yang akan digunakan untuk memperbaiki jalan ambrol ataupun jalan yang masih utuh. Begitu penelitian selesai, akan dipasang tiang-tiang pancang (sheet piles) untuk menahan jalan yang masih utuh di sisi selatan.

"Masih belum ada laporan penelitian. Kami usahakan dalam satu minggu sudah selesai karena pemasangan sheet piles ini sangat penting," kata Djoko ketika dihubungi Kompas.com, Senin (20/9/2010) pagi.

Hingga saat ini, masih ada sejumlah pekerjaan pengeboran tanah di sejumlah titik di lokasi kejadian. Pengeboran ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman tanah keras yang cocok untuk pekerjaan perbaikan jalan.

Sebuah kapal ponton juga telah ditempatkan di muara sungai tak jauh dari lokasi amblesnya jalan di sisi utara. Ponton ini akan digunakan untuk menempatkan sheet piles di tepi jalan utuh. Sudah tidak ada lagi warga yang berkerumun karena lokasi kejadian sudah ditutup dengan pagar seng lebih kurang setinggi 2 meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau