Penyelewengan

Kongkalikong Fulus Landa Bank Vatikan

Kompas.com - 21/09/2010, 21:05 WIB

KOMPAS.com — Bank Vatikan memang mengelola uang berbagai ordo di dalam Gereja Katolik Roma. Nah, lantaran duit pula, kongkalikong fulus pun melanda bank tersebut.

Polisi Italia, sebagaimana warta AP dan AFP pada Selasa (21/9/2010), tengah menyelidiki dua pejabat bank tersebut. Tuduhannya adalah pelanggaran undang-undang antipemutihan uang. Untuk perkara ini, tim jaksa Italia ikut ambil bagian memeriksa.

Ettore Gotti Tedeschi dan seorang pejabat senior lain menjadi sasaran investigasi setelah dua transaksi mencurigakan dilaporkan ke polisi. Dana senilai sekitar 23 juta euro disita dari beberapa rekening milik bank tersebut pada lembaga lain.

Sementara itu, Vatikan menyatakan bingung atas tuduhan-tuduhan tersebut.

Bank Vatikan dililit skandal pada 1982 ketika gubenur bank tersebut, Uskup Agung Paul Marcinkus, didakwa atas keterlibatannya dalam ambruknya bank swasta terbesar Italia ketika itu, Banco Ambrosiano. Setelah skandal tersebut tersebar ke publik, dua pejabat tinggi bank tersebut, termasuk direktur utama, Roberto Calvi, dibunuh.

Jasad Calvi yang dikenal dengan julukan "God's Banker" atau "Bankir Tuhan" akibat hubungan dekatnya dengan Vatikan didapati tergantung di bawah sebuah jembatan di pusat kota London. Pembunuhan Calvi memperlihatkan ciri-ciri pembunuhan ritual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau