WAYKANAN, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, melengkapi semua petugas piket dengan senjata api laras panjang berisi penuh peluru sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan. "Sehubungan dengan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menewaskan tiga anggota, kewaspadaan kami tingkatkan. Mapolres maupun Mapolsek setiap saat akan dijaga enam anggota bersenjata api," kata Kepala Bagian Operasi Polres Waykanan AKP Priyanto Priyo Hutomo di Blambanganumpu, sekitar 200 km barat Bandar Lampung, Rabu (22/9/2010). Priyanto mengatakan, petugas jaga di Markas Kepolisian Resor Waykanan tidak boleh tidur saat bertugas. "Meski situasi di Waykanan aman dan kondusif, kesiagaan harus tetap diutamakan. Oleh sebab itu, anggota jaga diimbau untuk tidak lalai saat menjalankan tugas dan kewajibannya, jadi harus bersiaga total," katanya. Mengenai tindak kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polres Waykanan, menurut Priyanto, cukup rendah. "Kriminalitas di Waykanan bisa dikatakan landai, kasus kejahatan yang cukup besar hanya terjadi menjelang Lebaran, yakni pembegalan sepeda motor Supra X milik warga Gununglabuhan," jelasnya. Ia menambahkan, Markas Kepolisian Resor Waykanan kini juga sudah dilengkapi dengan sarana pemantau (CCTV). "Siapa saja yang masuk Mapolres Waykanan akan terekam CCTV, jadi sewaktu-waktu bisa diputar ulang jika ada kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya. Polres Waykanan membawahi Polsek Banjit, Baradatu, Gununglabuhan, Blambanganumpu, Kasui, dan Waytuba, tetapi belum ada yang memiliki sarana CCTV. Ia berharap situasi keamanan di wilayah hukum Polres Waykanan yang berada di sebelah selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, itu tetap aman dan terkendali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang