Honda Lipat Gandakan Produksi Civic BBG

Kompas.com - 22/09/2010, 14:58 WIB

TORRANCE, KOMPAS.com — Dalam masa transisi teknologi, produsen mobil terkemuka dunia melakukan berbagai cara untuk membuat produknya lebih “hijau” atau ramah lingkungan. Salah satu cara yang dinilai jauh lebih ekonomis adalah menggunakan bahan bakar gas atau juga dikenal dengan  compressed natural gas (CNG).

Cara ini dipilih oleh Honda Amerika Serikat untuk Civic, salah satu produk yang laku di negara tersebut. Pemasaran berdampingan dengan mobil ramah lingkungan Honda lainnya, yaitu Insight Hybrid, Civic Hybrid, dan FCX Clarity yang menggunakan sel bahan bakar. Model yang disebutkan terakhir umumnya disewakan.

Keputusan Honda melipatgandakan produk Civic bahan bakar gas (BBG) diumumkan beberapa hari lalu. Dalam hal ini, BBG akan digunakan pada Civic generasi berikutnya yang akan diluncurkan pada 2012.

Menurut Elmer Hardey, Senior Manager Kendaraan Alternatif Honda, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan Civic BBG. “Pertumbuhan permintaan mobil BBG tidak hanya terjadi di California, tetapi juga di seluruh Amerika. Jika pembeli tidak mau lagi menggunakan bensin, mobil listrik dan CNG adalah plihan yang baik,” ungkapnya.

Namun, kenyataannya, harga mobil listrik baterai atau hybrid plug-in masih mahal. Padahal, banyak pengguna mobil di Amerika Serikat ingin beralih menggunakan bahan bakar lain. “Pilihan terbaik pengganti bensin adalah menggunakan BBG produksi Amerika Serikat,” ucapnya. 

Nah, bagaimana dengan Indonesia yang merupakan negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia? BBG saat ini hanya digunakan transjakarta. Pada awal 1980-an, pencanangan penggunaan BBG memang sudah gencar. Namun, hasilnya layu sebelum berkembang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau