TORRANCE, KOMPAS.com — Dalam masa transisi teknologi, produsen mobil terkemuka dunia melakukan berbagai cara untuk membuat produknya lebih “hijau” atau ramah lingkungan. Salah satu cara yang dinilai jauh lebih ekonomis adalah menggunakan bahan bakar gas atau juga dikenal dengan compressed natural gas (CNG).
Cara ini dipilih oleh Honda Amerika Serikat untuk Civic, salah satu produk yang laku di negara tersebut. Pemasaran berdampingan dengan mobil ramah lingkungan Honda lainnya, yaitu Insight Hybrid, Civic Hybrid, dan FCX Clarity yang menggunakan sel bahan bakar. Model yang disebutkan terakhir umumnya disewakan.
Keputusan Honda melipatgandakan produk Civic bahan bakar gas (BBG) diumumkan beberapa hari lalu. Dalam hal ini, BBG akan digunakan pada Civic generasi berikutnya yang akan diluncurkan pada 2012.
Menurut Elmer Hardey, Senior Manager Kendaraan Alternatif Honda, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan Civic BBG. “Pertumbuhan permintaan mobil BBG tidak hanya terjadi di California, tetapi juga di seluruh Amerika. Jika pembeli tidak mau lagi menggunakan bensin, mobil listrik dan CNG adalah plihan yang baik,” ungkapnya.
Namun, kenyataannya, harga mobil listrik baterai atau hybrid plug-in masih mahal. Padahal, banyak pengguna mobil di Amerika Serikat ingin beralih menggunakan bahan bakar lain. “Pilihan terbaik pengganti bensin adalah menggunakan BBG produksi Amerika Serikat,” ucapnya.
Nah, bagaimana dengan Indonesia yang merupakan negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia? BBG saat ini hanya digunakan transjakarta. Pada awal 1980-an, pencanangan penggunaan BBG memang sudah gencar. Namun, hasilnya layu sebelum berkembang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang