Kelapa Bakar Usir Masuk Angin

Kompas.com - 23/09/2010, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan kesegaran kelapa muda, rasa hangat air kelapa bakar dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mengusir keluhan masuk angin.

Kelapa yang sudah tua selama ini lebih sering dibuat santan untuk bahan memasak makanan atau dibikin minyak goreng. Belakangan ini kelapa tua mulai dikreasikan dengan cara dibakar tanpa dikupas. Ya, karena dibakar minimal tiga jam, air kelapa yang ada dalam batok jadi panas, bukan lagi hangat.

”Lamanya pembakaran untuk melunakkan daging kelapa, sekaligus agar sari daging kelapa bisa bercampur dengan airnya. Karena dagingnya lunak, jadi lebih enak dimakan, tetapi sebenarnya yang diambil hanya airnya,” papar Agustaf, pemilik kedai kelapa bakar di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat.

Meski tidak sebanyak kedai kelapa muda, jumlah kedai kelapa bakar terus berkembang. Selain bahan baku yang berbeda, yakni kepala agak tua yang dibakar bagian luarnya, airnya menjadi lebih berkhasiat karena dicampur aneka rempah, seperti jahe, kayu manis, serta susu plus madu. Kombinasi inilah yang menjadikan kelapa bakar digemari sekaligus dicari.

”Rasanya mak nyoos. Karena sedikit panas, setelah minum air kelapa bakar badan jadi berkeringat dan terasa ringan,” ungkap Heri, yang bersama anak dan istrinya sedang nyruput air kelapa bakar saat ditemui.

Tinggi Mineral Menikmati air kelapa bakar yang masih mengepul membuat lidah tersengat. Ada baiknya Anda menunggu beberapa saat karena air kelapa yang baru dibuka bisa membuat lidah terbakar. Sepersekian detik setelah diseruput, pedasnya jahe bercampur kayu manis terasa menggelitik kerongkongan.

Campuran susu dan madu menjadikan air kelapa bakar menjadi manis. Sepintas rasanya mirip wedang jahe atau bajigur.

Soal khasiat, cukup beragam yang dijanjikan penjual. Dari mulai meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, mengusir keluhan masuk angin, hingga untuk mereka yang bermasalah dengan diabetes. Untuk diabetesi, pilihannya tentu tanpa campuran susu atau madu.

Benarkah khasiat kelapa bakar begitu hebat? Tak hanya cita rasanya yang khas, air kelapa merupakan cairan yang mempunyai kandungan gizi, terutama mineral, yang sangat baik untuk tubuh manusia. Secara khusus, air kelapa kaya potasium (kalium). Selain mineral, air kelapa juga mengandung gula (bervariasi antara 1,7 sampai 2,6 persen) dan protein (0,07- 0,55 persen).

Tingginya mineral berupa potasium dalam air kelapa, mampu menekan risiko terkena stroke bagi pengidap tekanan darah tinggi. Hasil penelitian Dr. Eugenio Macalalag, ahli urologi dari Chinese General Hospital dan National Kidney Institut, Filipina, menunjukkan bahwa terapi air kelapa efektif melarutkan batu ginjal.

Namun, penelitian tentang beragam manfaat itu baru dilakukan pada air kelapa segar, bukan yang sudah dibakar. Sayang, sejauh ini belum ada penelitian tentang air kelapa yang sudah dibakar.

Para penjual maupun konsumen kelapa bakar memang meyakini beragam khasiat itu hanya secara empiris. Menurut Agustaf, penambahan rempah-rempah itulah yang membuat khasiat kelapa bakar menjadi lebih terasa.

Rentan Rusak Meski begitu, bukan tidak mungkin proses pemanasan dalam penyajian kelapa bakar justru mengubah sejumlah zat yang terkandung di dalamnya. Seperti diutarakan Samuel Oetoro, konsultan gizi dari Semanggi Specialist Clinic, bahwa protein dan vitamin paling rentan rusak akibat proses pemanasan.

Pendapat seperti itu berlaku umum bagi setiap bahan makanan, termasuk kelapa. Karena itu, disarankan Samuel, jika kelengkapan nutrisi yang dicari, lebih baik minum air kelapa muda yang masih segar. Namun, ia memaklumi kreasi para pedagang yang menambahkan rempah-rempah ke dalam kelapa bakar. "Untuk variasi, bolehlah minum air kelapa bakar," katanya.

Munculnya perdebatan soal khasiat kelapa bakar, sepertinya bukan hal penting bagi sebagian konsumen maupun penjual. Sebab mereka sepakat kelapa bakar memiliki manfaat dan menyehatkan, setidaknya sebagai minuman penghangat yang mampu mendongkrat daya tahan tubuh sekaligus mengusir masuk angin.

”Sebenarnya lebih baik jika ada penelitian yang menjelaskan manfaat air kelapa bakar. Saya tetap yakin hangatnya air kelapa ditambah rempah mampu meredakan keluhan masuk angin dan lainnya,” ujar Iva, yang menjadikan air kelapa bakar sebagai pilihan alami tolak angin.

Tetap Hati-Hati! Meski banyak yang percaya dan telah merasakan langsung manfaat kelapa bakar, sepertinya Anda harus tetap mengontrol diri. Hal ini juga diingatkan Agustaf, pemilik kedai kelapa bakar di bilangan Cinere.

Agustaf bahkan mewanti-wanti agar konsumen teliti dan tahu kondisi tubuhnya sendiri. Mereka yang punya riwayat kolesterol, hipertensi, maupun gula tinggi, misalnya, hendaknya tidak memesan kelapa bakar dengan tambahan susu maupun madu. Pasalnya, tambahan itu bisa meningkatkan kadar gula darah, sehingga malah berakibat buruk bagi kesehatan.

”Tetapi, penambahan jahe atau kayu manis sepertinya tak masalah agar tubuh terasa hangat dan segar,” katanya.

Agustaf tentu paham soal rusaknya protein dan vitamin akibat proses pembakaran. Namun, di balik kekurangan itu, ia tetap percaya air kelapa bakar memiliki kelebihan, misalnya memicu sirkulasi darah agar lebih lancar.

Penasaran? Silakan mencoba hangatnya air kelapa bakar.

@ Lalang Ken Handita

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau