PONTIANAK, KOMPAS.com — Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyaksikan peristiwa terjadinya kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa, Pontianak. "Kehadiran saya di sini dalam rangka memeriahkan peristiwa kulminasi matahari yang terjadi dua kali setahun," kata Cornelis, Kamis (22/9/2010). Terjadinya kulminasi matahari, yaitu ketika matahari berada tepat tegak lurus di atas kepala, itu terjadi setiap Maret dan September, setiap tanggal 21 hingga 23, mulai pukul 11.50 WIB pada Maret dan 11.39 WIB pada September. Menurut Cornelis, peringatan detik-detik kulminasi matahari yang terjadi dua kali dalam setahun itu bisa menarik minat wistawan asing berkunjung ke Kota Pontianak dan Kalbar umumnya. "Mari kita sukseskan Tahun Kunjungan Wisata Kalbar 2010, salah satunya dengan peringatan kulminasi matahari," katanya. Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menjelaskan, peristiwa kulminasi matahari adalah peristiwa alam yang terjadi di garis khatulistiwa atau garis ekuator. "Saat peristiwa kulminasi matahari terjadi, tidak ada bayangan pada tongkat yang didirikan tegak lurus," kata Paryadi. Ia mengatakan, peristiwa kulminasi cukup unik dan hanya terjadi di Kota Pontianak untuk di Indonesia. "Ini bisa menjadi daya tarik untuk dijadikan aset dalam menarik minat, baik wisatawan lokal maupun asing, untuk menyaksikan peristiwa itu," katanya. Pemkot Pontianak telah menjadikan peristiwa kulminasi matahari sebagai agenda tetap kunjungan wisata Kalbar 2010. Beberapa acara kesenian untuk mengisi peristiwa yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak dan Kalbar itu di antaranya tari sambutan dari multietnis dan pantun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang