SOLO, KOMPAS.com - Dinas Penertiban Pasar Kota Solo merevitalisasi Pasar Ayu Solo menjadi pasar singgah khas Kota Solo dengan membongkar 46 kios seluas 2.500 meter persegi.
Kepala Dinas Penertiban Pasar Kota Surakarta, Subagiyo, Jumat (24/9/2010) mengatakan Pasar Ayu di sebelah barat Stasiun Solo Balapan nantinya akan direvitalisasi sebagai pasar singgah yang menyajikan aneka kuliner khas Solo dan pusat belanja oleh-oleh.
"Hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan Kota Solo kepada pendatang yang tiba di Solo menggunakan angkutan kereta api dan turun di Stasiun Solo Balapan," katanya.
Selain itu, pedagang kaki lima di area Pasar Ayu ini akan ditertibkan dan dibangun taman di depannya untuk memperindah pasar agar pendatang tertarik berkunjung.
Pembongkaran ini tidak secara tiba-tiba tetapi telah dilakukan sosialisasi kepada pemilik kios sejak Januari 2010.
"Sosialisasi kami lakukan secara bertahap, di antaranya sejak pengenalan desain, penempatan kios setelah direvitalisasi dan pemindahan sementara lokasi berjualan selama masa pembangunan," katanya.
Pihaknya menyosialisasikan rencana pembongkaran pada 1 September 2010, namun pamilik kios meminta pembongkarannya diundur pasca-Lebaran 2010.
"Setelah pasca-Lebaran kami kembali menemui pemilik kios dan mereka masih meminta waktu hingga akhir September 2010," katanya.
Jika pembongkaran kios Pasar Ayu tidak segera dilakukan, maka target revitalisasi juga tidak akan tercapai dari target akhir 2010.
Untuk itu, pihaknya tidak bisa lagi menunda waktu pembongkaran kios sesuai permintaan para pemiliki kios tersebut.
Proses pembongkaran ini, diprediksikan akan selesai selama tiga hari dimulai sejak Jumat ini.
"Sambil membongkar kios yang telah dikosongkan, kami masih mengizinkan sebagian pemilik lainnya untuk memindahkan sementara barang-barangnya selama proses pembongkaran," kata dia.
Dia melanjutkan, nantinya revitalisasi Pasar Ayu sebagai pasar singgah ini akan disetarakan dengan pasar ternama di Solo seperti Pasar Gading dan Pasar Windujenar.
"Namun, akan sekelas apa pasar ini nanti, menunggu kebijakan dari dewan setempat," kata Subagiyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang